Amanat.news – Anggota Fraksi PAN DPR Ri, Prof. Dr. Zainuddin Maliki, menyatakan pengerahan aparat untuk mengintimidasi rakyat, harus ditinggalkan. Cara-cara represif dan kekerasan justru akan menuai resistensi.

“Cara-cara represif tidak akan menyelesaikan masalah. Kekerasan akan menuai resistensi. Jangan hadapkan rakyat dengan aparat,” tandas Zainuddin Maliki seperti dikutip laman fraksipan.com, Rabu (9/2/2022).

Hal itu dikatakan Zainuddin Maliki menyikapi kasus penangkapan warga Desa Wadas, Bener, Purwerejo, Jawa Tengah, yang menuai banyak kecaman. Konflik terjadi akibat aktivitas pengukuran lahan query tambang batuan andesit oleh BPN.

Zainuddin menilai, pengerahan aparat ke Desa Wadas sejatinya tidak perlu dilakukan. Harusnya lebih mengedepankan dialog dan menghindari aksi represif. Dialog adalah cara terbaik untuk menghindari gejolak.

“Utamakan dialog, jangan ada warga bangsa yang diperlakukan semena-mena,” tegas Zainuddin.

Menurutnya, jangan sampai atas nama pembangunan justru rakyat dikorbankan. Hal ini sudah tidak boleh terjadi lagi di era reformasi.

“Pemilik lahan harus diajak bicara dan mendapat ganti rugi yang layak,” kata politisi yang juga menjabat Ketua Dewan Pakar DPW PAN Jatim tersebut.

Ia mengungkapkan, PAN sudah sejak lama mengingatkan pemerintah untuk tidak sewenang-wenang dalam pengambilalihan lahan masyarakat. Meskipun itu untuk kepentingan proyek strategis nasional.

“Di samping itu juga harus ada kajian proyek strategis yang melibatkan akademisi,” pungkasnya. HK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *