amanat.news – Anggota Fraksi PAN DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Barisan Muda (BM) PAN, Slamet Ariyadi, menegaskan bahwa aspirasi kader PAN untuk mendukung Presiden Prabowo Subianto hingga 2029 merupakan kelanjutan dari tradisi loyalitas partai yang telah teruji sejak 2014. Slamet menyebut relasi PAN dan Prabowo bukanlah hubungan instan yang lahir karena pragmatisme kekuasaan, melainkan kesamaan visi jangka panjang.
“PAN adalah partai yang konsisten berada di samping Bapak Prabowo dalam tiga kali Pilpres berturut-turut. Jadi, jika hari ini kader, terutama anak-anak muda, menyuarakan dukungan dua periode, itu adalah apresiasi objektif atas kepemimpinan beliau yang stabil, inklusif, dan mampu menjaga harmoni koalisi,” ujar Slamet dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/02/2026) sore.
Terkait dinamika calon wakil presiden untuk kontestasi mendatang, anggota Komisi I DPR RI ini menekankan bahwa posisi PAN saat ini sangat jernih, yakni menjaga ruang dialog tetap terbuka. Ia mengklarifikasi bahwa munculnya opsi-opsi nama cawapres dari internal partai bukanlah sinyal pertentangan terhadap pihak mana pun.
“Posisi cawapres 2029 masih sangat cair. Tawaran kami untuk mendorong Ketua Umum Zulkifli Hasan (Zulhas) adalah aspirasi rasional dari kader bawah yang melihat rekam jejak nyata beliau. Sebagai Menko Pangan, Pak Zulhas mendapat kepercayaan penuh dari Presiden untuk menangani agenda strategis nasional. Ini soal trust dan kapasitas, bukan sekadar ambisi figur,” tegas legislator asal Dapil Madura tersebut.
Slamet juga menambahkan bahwa dari perspektif generasi muda partai, kontestasi politik masa depan tidak boleh hanya terjebak pada popularitas semata, melainkan harus berbasis pada arah kebijakan dan keberlanjutan pembangunan.
“Bagi kami, yang utama bukan sekadar memuja figur, melainkan memastikan arah masa depan negara ini tetap berada di jalur yang benar. Kami menghormati Mas Gibran sebagai Wakil Presiden dan fokus kami saat ini adalah memastikan pemerintahan Prabowo-Gibran sukses total. Keberhasilan pemerintahan hari ini adalah modal politik terbesar bagi koalisi menuju 2029,” pungkasnya.//
