Amanat.news – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto merombak sejumlah pejabat kabinet pada Kamis (1/10/2026). Salah satu pejabat yang dilantik adalah politisi PAN, Dradjad Hari Wibowo, sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Ia ditunjuk mendampingi Airlangga Hartarto yang menjabat sebagai Menko Perekonomian dalam Kabinet Merah Putih. Sebagai ekonom, kemampuan Dradjad akan berguna untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan perekonomian.
Dradjad menjadi politisi PAN kesepuluh yang bergabung dalam kabinet pemerintahan Prabowo – Gibran. Sebelumnya ada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Menteri Koordinator Bidang Pangan), Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan), dan Dudy Purwagandhi (Menteri Perhubungan).
Politisi PAN lainnya adalah Budi Santoso (Menteri Perdagangan), Hanif Faisol Nurofiq (Menteri Lingkungan Hidup), dan Yandri Susanto (Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal). Kemudian Bima Arya Sugiarto (Wakil Menteri Dalam Negeri), Viva Yoga Mauladi (Wakil Menteri Transmigrasi), dan Zita Anjani (Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata).
Ketua Dewan Pakar DPP PAN ini juga memiliki pengalaman panjang di pemerintahan dan politik. Pada 2004-2009 ia menjadi anggota Fraksi PAN DPR RI, duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, dan perbankan.
Dradjad Hari Wibowo dikenal sebagai ekonom yang aktif dalam kajian dan pembahasan kebijakan ekonomi nasional. Kelahiran Surabaya, 20 Mei 1964 ini, pernah menjabat sebagai Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).
Dradjad merupakan sarjana ilmu ekonomi pertanian lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia menyelesaikan strata 1 di universitas ini pada 1987 silam.
Selain gelar sarjana dari IPB, Dradjad memiliki gelar master dan doktor dari University of Queensland, Australia. Gelar tersebut didapat Dradjad di bidang ekonomi, sementara gelar doktornya ia dapat di bidang filsafat.
Mengutip tirto.id, rekam jejak pendidikan itu kemudian membawa Dradjad sebagai seorang ekonom yang rajin menulis. Sejak 1999, Dradjad rajin membuat berbagai artikel tentang perekonomian dan politik di Indonesia.
Hal itu terjadi seiring profesi Dradjad sebagai direktur dan ekonom senior di INDEF, lembaga think tank yang berbasis di Jakarta, dari 1999 hingga 2004. Karier profesionalnya ini yang membuatnya ditunjuk sebagai ahli Badan Ketahanan Pangan Nasional pada 2002.
Pada tahun yang sama, ia juga menjadi Ketua Tim Nasional Pengurangan Utang Dalam Negeri. Setahun berselang, Dradjad ditunjuk sebagai komisaris PT Bank Negara Indonesia Tbk saat bank ini tengah menghadapi dampak skandal surat kredit fiktif senilai USD170 juta.
Sebagai kader PAN, Dradjad kemudian maju sebagai calon anggota lagislatif pusat dalam Pemilu 2004. Ia berhasil meraih kemenangan dalam pemilu tersebut yang mendudukkannya menjadi anggota DPR RI.
Di partai berlogo matahari itu, Dradjad juga turut membangun pengaruhnya. Hingga pada 2010, ia masuk jajaran petinggi partai ketika didapuk jadi Wakil Ketua PAN periode 2010-2015.
Kepakaran Dradjad itu kemudian turut membawanya ke lembaga intelijen. Pada 2015 hingga 2016, ia merupakan anggota Dewan Informasi dan Kebijakan Strategis BIN.
Pada 2025, Dradjad ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM). PT PNM merupakan perusahaan negara yang bergerak pada pembiayaan dan pemberdayaan usaha ultra mikro serta perempuan prasejahtera yang kini jadi anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk. HK
