Amanat.news – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih, meminta kader dan relawan PAN di Madiun untuk terus peduli terhadap persoalan-persoalan di masyarakat. Ia juga berusaha memastikan setiap bantuan yang ada dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran.
Ajakan itu disampaikan Abdul Hakim Bafagih saat acara konsolidasi di Hotel Merdeka, Kota Madiun, Sabtu (17/10/2026). Pada kesempatan itu, Abdul Hakim memberikan bantuan sembako kepada seluruh kader dan relawan yang hadir.
“Bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan bentuk kepedulian kita kepada masyarakat. Mari kita jaga kebersamaan ini sebagai bekal kekuatan untuk memenangkan Partai PAN di Pemilu 2029 nanti,” kata Abdul Hakim.
Abdul Hakim Bafagih juga mengingatkan tentang pencapaiannya dalam Pileg 2024, saat berhasil meraih 5.200 suara di Kabupaten Madiun dan 2.400 suara di Kota Madiun. Menurutnya, angka-angka tersebut menjadi semangat dasar untuk membangun langkah yang lebih kuat di Pemilu mendatang.
“Pencapaian kita di tahun 2024 adalah awal yang membanggakan. Namun perjuangan belum selesai. Saya berharap kita terus melakukan penyuluhan di lapangan, memastikan setiap bantuan yang ada tersalurkan secara merata dan tepat sasaran,” tegas legislator pusat yang terpilih dari Dapil Jatim VIII itu.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD PAN Kabupaten Madiun, Suryoto, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kader yang telah berjuang untuk memenangkan PAN. Ia berharap seluruh kader mampu menjaga kepercayaan masyarakat, dan terus bersinergi untuk menguatkan langkah mencapai kemenangan di 2029.
“Kepercayaan masyarakat yang kita peroleh harus kita jaga dengan pelayanan yang tulus. Semoga sinergi yang terjalin hari ini semakin memperkuat langkah kita, dan insya Allah kerja keras kita bersama akan membuahkan hasil yang membanggakan di tahun 2029,” ucap Suryoto.
Konsolidasi PAN Madiun digelar dalam satu rangkaian dengan acara peningkatan literasi keuangan syariah, di tempat yang sama. Kegiatan diawali dengan sosialisasi transaksi digital dan keamanan digital banking bersama tim Bank Syariah Indonesia (BSI).
Para kader diberikan pemahaman mengenai mekanisme simpan pinjam yang sesuai prinsip syariah, tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan cara bertransaksi digital dengan tetap menjaga keamanan data pribadi. Abdul Hakim sendiri mengajak para kader untuk memanfaatkan fasilitas perbankan syariah guna mendukung kegiatan ekonomi keluarga maupun usaha mereka. HK
