Amanat.news – Ketua BM PAN Sidoarjo, Akbar Brilianto, mengajak seluruh pelajar Muhammadiyah di Sidoarjo untuk berperan aktif terhadap isu advokasi dan kebijakan publik yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan pelajar. Akbar meminta pelajar tidak hanya diam ketika menghadapi ketidakadilan.
“Jangan ajarkan pelajar untuk diam ketika menghadapi ketidakadilan. Ajarkan mereka untuk memahami persoalan, menyuarakan kebenaran, membangun solidaritas, dan memperjuangkan perubahan melalui cara-cara yang kritis, terorganisasi, dan bertanggung jawab,” kata Akbar Brilianto.
Akbar menyampaikan itu saat menjadi pemateri Pelatihan Kader Taruna Melati 2 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sidoarjo, Minggu (11/10/2026). Mengusung tema ‘Advokasi dan Kebijakan Publik Pelajar Muhammadiyah’, kursus kader ini digelar di Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krian, Sidoarjo.
Ia menjelaskan, advokasi pelajar bukan sekadar menyuarakan aspirasi, tetapi upaya memperjuangkan hak, melawan ketidakadilan, dan menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan pelajar. Gerakan advokasi pelajar juga suatu upaya para aktivis pelajar untuk berperan dalam penyadaran dan pemberdayaan hak dan kewajiban pelajar di dalam sekolah maupun luar sekolah.
“Pelajar bukan hanya objek kebijakan, melainkan subjek yang memiliki suara, pemikiran, dan kekuatan untuk menentukan masa depannya. Melalui advokasi, kita mengubah keresahan menjadi kesadaran, kesadaran menjadi gerakan, dan gerakan menjadi perubahan,” lanjut Akbar.
Menurut Akbar, advokasi dimulai ketika para pelajar berhenti menganggap persoalan pelajar sebagai masalah individu. Kemudian menyadari bahwa di dalamnya terdapat persoalan sosial yang harus diperjuangkan bersama.
“Advokasi pelajar adalah keberpihakan terhadap keadilan, kesetaraan, dan pendidikan yang memanusiakan manusia,” tandasnya.
Salah satu kader Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur itu pun mengajak para pelajar yang tergabung di IPM untuk aktif dalam kegiatan advokasi pelajar. Karena, ungkap Akbar, IPM dibentuk karena tugas moral menggerakkan kesadaran dan memperjuangkan kepentingan pelajar.
“IPM tidak hanya hadir untuk menghimpun pelajar, tetapi juga menggerakkan kesadaran, mengawal kebijakan, dan memperjuangkan kepentingan pelajar,” pungkasnya. HK
