Amanat.news – Fraksi PAN DPRD Jawa Timur menyampaikan pemandangan umum terhadap Raperda Penyertaan Modal Daerah pada Perseroda Jamkrida dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Senin (23/2/2026). Salah satu yang disorot FPAN Jatim adalah penambahan modal Rp. 300 Miliar untuk penguatan UMKM.
Menurut FPAN, dari data yang ada, hingga Juni 2025, PT. Jamkrida telah menjamin lebih dari 122.750 UMKM dengan nilai penjaminan Rp. 10,11 triliun. Namun FPAN mempertanyakan, apakah itu menunjukkan Jamkrida sudah memberikan prioritas, ingin mengembangkan dan berdampak pada UMKM Jawa Timur.
“Untuk itu penambahan penyertaan modal daerah sebesar Rp. 300 miliar harus ditempatkan dalam kerangka tujuan kelayakan,” kata Juru Bicara FPAN Jatim, Abdullah Abu Bakar, membacakan pemandangan umum FPAN.
Fraksi PAN memaparkan, dalam Naskah Akademik ditegaskan bahwa tujuan penyertaan modal adalah untuk dukungan terhadap program perkreditan OPOP (One Pesantren One Product), serta program petik, olah, kemas dan jual (POJK). Juga program-program percepatan pembangunan ekonomi di Gerbangkertasusila, kawasan Bromo – Tengger – Semeru, Selingkar Wilis, Lintas Selatan, dan program-program Nawa Bhati Satya yang lain.
“Maka sehubungan dengan hal tersebut, Fraksi PAN perlu meminta kepada Gubernur untuk dapat menjelaskan bagaimana eksisting sebaran proporsi penjaminan kredit yang dilakukan Jamkrida,” lanjut Abdullah.
FPAN mengutip website resmi Jamkrida Jatim yang menyajikan 14 jenis produk Jamkrida. Sementara data yang dimiliki FPAN menunjukkan penjaminan untuk jenis kredit multiguna menempati volume terbesar, bahkan dari waktu ke waktu volumenya meningkat tajam.
Kredit multiguna pada 2025 volumenya mencapai 13.723 juta sedangkan mikro kecil volume penjaminan hanya 2,809 juta. Kredit multiguna menjamin kredit yang umumnya ditujukan bagi pegawai berpenghasilan tetap guna memenuhi kebutuhan konsumtif, seperti biaya pendidikan, renovasi rumah atau keperluan darurat lainnya.
“Dengan data yang demikian nyata, lalu apakah rencana penyertaaan modal 300 miliar benar akan digunakan untuk prioritas menjamin UMKM Jawa Timur? Sayangnya histori data volume penjaminan kredit oleh Jamkrida selama ini, nyatanya memberi porsi besar menjamin kredit multiguna yang berkarakter konsumtif,” papar Abdullah. HK
