Amanat.news – Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Rizki Sadig, kembali menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah koperasi yang besar dampak positifnya bagi masyarakat. Melalui KDMP, produsen dan konsumen akan terhubung, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang sehat di tengah masyarakat.
“Jadi sudah jelas, pasarnya ada, masyarakat. Kemudian penyuplai barang juga ada, masyarakat juga, petani, peternak, dan lain-lain. Perputaran ekonominya pun akan dinikmati oleh masyarakat pedesaaan supaya tidak keluar ke tempat lain,” kata Ahmad Rizki Sadig, Selasa (24/2/2026).
Ahmad Rizki Sadig mengatakan itu di sela-sela kegiatannya mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Candirenggo, Singosari, Kabupaten Malang. Menurut Rizki, KDMP harus dikelola dengan baik.
“Yang jelas pasti harus dikelola dengan baik. Ini bukan koperasi-koperasi yang dulu pernah dilakukan, jangan membuat motivasi bahwa koperasi ini koperasi simpan pinjam. Ini koperasi yang orientasinya bisnis,” tegas legislator yang juga menjabat Ketua DPW PAN Jawa Timur itu.
Rizki menjelaskan, bisnis KDMP adalah menghubungkan antara masyarakat yang berproduksi dengan masyarakat yang menjadi konsumen. KDMP sebagai off taker yang berada di tengah-tengah, menerima hasil produksi masyarakat kemudian mendistribusikannya.
“Tentu akan terjadi perputaran ekonomi yang sehat, dan masyarakat juga tidak takut hasil-hasil produksinya tidak diterima, karena sudah pasti akan diterima oleh koperasi . Dan yang paling penting negara hadir di dalam operasionalnya koperasi desa,” jelas Rizki.
Menko Zulhas hadir di Candirenggo untuk memastikan bahwa pembangunan KDMP desa tersebut selesai 100 persen. Ia mengatakan, KDMP ini dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi desa yang berfokus pada penampungan dan penyaluran hasil ekonomi rakyat.
“Fungsinya tidak hanya sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai off taker atau penjamin pembelian hasil produksi masyarakat dan UMKM desa. Kalau ada hasil jagung, gabah, peternakan, perikanan dari masyarakat nantinya bisa di tampung di Kopdes, sehingga tidak ada produk yang tidak laku,” ucap Zulhas. HK
