Amanat.news – Komisi C DPRD Jawa Timur mendorong Pemprov Jawa Timur untuk memperluas Rumah Sakit Haji Sukolilo, Surabaya. Sebagai solusi perluasan ini, Komisi C mengusulkan Asrama Haji yang berada di dekatnya dipindah ke lokasi baru dekat Bandara Juanda.

“RS Haji kan aset propinsi, Asrama Haji milik Kementerian Agama tapi bisa dihibahkan ke propinsi. Ini sekali langkah, sudah bisa menjawab kebutuhan dua pihak, Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan Jawa Timur,” ucap anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Khulaim Junaidi, di Surabaya, Jumat (24/6/2022).

Menurut Khulaim, RS Haji awalnya dibangun untuk menjawab kebutuhan jamaah haji yang dikarantina di Asrama Haji. Pada perkembangannya menjadi rumah sakit yang juga melayani masyarakat umum. Saat ini, semakin bertambahnya pasien membuat kapasitas RS Haji tidak mencukupi lagi.

“Dibutuhkan perluasan gedung sebagai solusinya. Namun terbentur kendala lahan yang tidak ada lagi di kanan-kirinya dan tidak memungkinkan untuk dibangun lebih tinggi,” jelasnya.

Di sisi lain, keberadaan Asrama Haji di lokasi yang sama juga menimbulkan masalah. Setiap musim haji, kesibukan yang terjadi sangat mengganggu orang yang berkepentingan ke RS Haji. Mulai soal parkir hingga sampah yang berserak.

“Karena letaknya jauh dari bandara, iring-iringan puluhan bus juga menimbulkan kemacetan. Ini terjadi berhari-hari selama musim haji,” imbuh Khulaim.

Sekretaris Fraksi PAN DPRD Jatim ini mengusulkan agar Asrama Haji dipindah ke lokasi dekat Bandara Juanda. Bila dipindah, jelas Khulaim, banyak hal positif yang tercipta, termasuk mengurangi kemacetan dan menekan biaya.

“Kebutuhan perluasan RS Haji sangat urgent. Sementara Asrama Haji yang juga aset propinsi setelah dikaji lebih baik berada di dekat bandara,” papar Khulaim.

Khulaim menjelaskan, bila Asrama Haji dipindahkan, RS Haji bisa melakukan ekspansi perluasan gedung. Bekas gedung atau lokasi Asrama Haji bisa digunakan untuk perluasan gedung rumah sakit.

“Apalagi saat ini Asrama Haji sudah mulai kesulitan menampung jamaah haji dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa Timur,” tegasnya.

Di tempat baru nanti, untuk mengganti fungsi pelayanan kesehatan jamaah haji yang selama ini dilakukan RS Haji, bisa dibangun gedung layanan kesehatan insidentil.

“Ya semacam klinik kesehatan yang khusus melayani jamaah haji,” pungkas legislator PAN yang terpilih dari Dapil Jatim II tersebut. HK

Leave a Reply

Your email address will not be published.