Amanat.news – Musda VI DPD BM PAN Kota dan Kabupaten Probolinggo memilih 2 anak muda kader NU, menjadi ketua di 2 DPD BM PAN tersebut. Tamam dari Ponpes Sidogiri sebagai Ketua DPD BM PAN Kota Probolinggo dan Mohammad Hotib dari Ponpes Syech Abdul Qodir Al Jaelani sebagai Ketua DPD BM PAN Kabupaten Probolinggo.
Musyawarah Daerah Bersama DPD BM PAN Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo digelar di Hotel Alliya, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (26/5/2026). Musda ini cukup menarik dan penuh haru karena para peserta yang sebagian besar kader NU hafal Mars BM PAN.
Mohammad Hotib dan Tamam, yang akhirnya terpilih sebagai ketua, dan para peserta Musda, meyakini, BM PAN akan menjadi rumah besar bagi anak muda di Probolinggo Raya. Mereka menyatakan komitmennya untuk menggerakkan organisasi ini sebagai ruang kaderisasi PAN dan mengajak semua elemen bergabung di BM PAN.
“Amanat ini menjadi tanggung jawab besar dan kami siap bersama teman-teman untuk menjaga marwah PAN di Probolinggo Raya. Saat ini memang Probolinggo tidak memiliki kursi, namun proses ini akan kami mulai dengan merangkul kekuatan dan menghasilkan kursi untuk PAN,” ucap Mohammad Hotib.
“Sebagai ketua terpilih saya juga menyampaikan optimisme yang sama. Saya lahir dari kalangan santri dan pernah beroganisasi di pondok pesantren. Modal ini kami manfaatkan sebagai sarana bersilatuhrami dengan sesepuh NU dan Ponpes untuk menghasilkan Kursi PAN,” sambung Tamam.
Sementara itu, Sekretaris DPW BM PAN Jawa Timur, Abdullah As Syi’abul Huda, menyampaikan harapannya agar dalam situasi dan kondisi politik apa pun, BM PAN harus tetap menjadi garda terdepan yang loyal terhadap PAN. Ia menyampaikan, menjadi tugas BM PAN untuk selalu menjaga eksistensi dan marwah Partai Amanat Nasional.
“Harapannya ketika PAN mengalami keadaan cuaca politik apa pun, ya BM PAN lah yang menjadi garda terdepan untuk selalu setia dan loyal terhadap Partai Amanat Nasional,” kata Abdullah.
Politisi muda yang akrab disapa Cak Wo itu sempat menyinggung kondisi internal PAN di Kota dan Kabupaten Probolinggo yang menurutnya sedang mengalami ‘cuaca mendung’. Ia berharap kader-kader BM PAN bisa turut menjaga agar ‘cuaca’ tersebut tidak berubah menjadi ‘badai’.
“Meski Probolinggo Raya ini cuacanya agak mendung, agak gerimis, bagaimana pun saya berharap BM PAN selalu menjaga cuaca itu tidak menjadi badai, cuaca itu tidak menjadi sesuatu yang negatif, sehingga BM PAN bisa menjaga eksistensi marwah PAN,” papar Abdullah.
DPW BM PAN Jawa Timur mengharapkan, kepengurusan yang terbentuk nanti dan kader-kader BM PAN di 2 daerah tersebut memiliki ide dan gagasan baru untuk memenangkan PAN. Para ketua terpilih dan para pengurus BM PAN juga diharapkan maju sebagai calon anggota legislatif di Pemilu 2029.
“Diharapkan melalui Musda ini teman-teman bisa merumuskan ide dan gagasan baru apa yang ingin dilakukan untuk memenangkan PAN. Kami juga berharap para ketua yang akan memimpin BM PAN Kota dan Kabupaten Probolinggo berani nyaleg di 2029 nanti,” pungkas Abdullah. HK
