Amanat.newsInnalillahiwainnaillaihirojiun. Ulama senior Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Abdullah Syaukat Siradj, meninggal dunia di Makkah, Kamis (13/10/2022). Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig, menyampaikan duka mendalam.

“Saya atas nama DPW PAN PAN Jawa Timur menyampaikan duka mendalam. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,” demikian ucapan duka cita Rizki Sadig.

Rizki beberapa kali bertemu dengan kiai sepuh anggota keluarga Majelis Pesantren Sidogiri tersebut. Pertama ketika mendampingi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan berkunjung ke kediaman Pengasuh Ponpes Sidogiri, KH. Fuad Nurhasan, Desember 2021. Kiai Syaukat hadir dalam pertemuan ini.

Pertemuan kedua terjadi langsung di kediaman Kiai Syaukat, di Desa Ngempit, tak jauh dari Ponpes Sidogiri, pertengahan Maret lalu. Saat itu, Rizki juga mendampingi Zulhasan dalam rangkaian safari kebangsaan dan konsolidasi organisasi “Zulhas Sat Set nang Jawa Timur”.

Selain Rizki, sejumlah pengurus DPW PAN Jawa Timur ikut dalam pertemuan tersebut. Antara lain Husnul Aqib (Sekretaris), Abdullah Abu Bakar (Wakil Ketua), Rahmat Santoso (Wakil Ketua), dan Khulaim Junaidi (Wakil Ketua).

Ada juga Gus Qodir, bacaleg PAN untuk DPR RI putra pengasuh Ponpes Syech Abdul Qodir Jaelani, Probolinggo, KH. Hafidz Aminudin. KH. Fuad Nurhasan kemudian datang menyusul, turut hadir dalam pertemuan.

Dalam momentum itu, Zulhasan yang  juga didampingi Ketua DPW PAN Jawa Barat, Desy Ratnasari, menyampaikan kebahagiaanya bahwa saat ini PAN lebih diterima oleh warga Nahdliyin.

“Tidak salah saya memilih Habib Rizki Sadig sebagai Ketua DPW PAN Jatim dan Habib Abdullah Abu Bakar, Walikota Kediri, sebagai ketua Bapilu PAN Jatim. Saya ajak juga Rahmat Santoso, Wakil Bupati Blitar. Mohon doanya, Kiai,” ucap Zulhas.

Permohonan doa itu disambut hangat oleh Kiai Syaukat. Saat itu ia bahkan mengatakan akan mendorong salah satu puteranya untuk maju menjadi calon anggota legislatif dari PAN di Dapil Pasuruan.

Abdullah Syaukat Siradj merupakan ulama yang ketokohannya menjadi panutan bagi santri, alumni, dan masyarakat. Kiai sepuh yang kemana-mana selalu membawa tembakau linting ini meninggal saat menjalankan ibadah umroh.

Kabar tersebut disampaikan keluarga dan kerabat, khususnya yang terhimpun dalam keluarga Sidogiri. Di flyer dan voice note bela sungkawa, mereka menyebut KH Abdullah Syaukat Siradj wafat di Makkatul Mukarromah.

Innalillahiwainnailaihirajiun. Salah satu masyayikh Sidogiri hari ini (Kamis kemarin, red) wafat. Persis di depan Kakbah, di Makkah. Wafat ketika melaksanakan ibadah umroh,” demikian suara lelaki yang diinformasikan sebagai alumni dan ikut umroh bersama kiai seperti dikutip jatimsatunews.com.

Menurut informasi yang beredar, wafatnya KH Abdullah Syaukat Siradj bertepatan dengan haul ayahandanya, KH. Sirojul Mullah Waddin. Yakni pada tanggal 18 Maulid.  Jenazah Kiai Syaukat disholatkan pada ba’da subuh di Masjidil Haram dan dimakamkan di Maqbarah Ma’la.

Sebelum meninggal dunia, menurut keluarga, Kiai Syaukat sempat memasang story WhatsApp bahwa ia ingin seperti Mbah Maimun. Mbah Maimun dimaksud adalah KH Maimun Zubair, ulama karismatik pengasuh Ponpes Al-Anwar Rembang yang meninggal dunia di Makkah pada  2019.

Aku pingin koyo Mbah Maimun (Aku pingin seperti Mbah Maimun, red),” demikian tulisan di story tersebut disusul beberapa emoticon tangis.

Wakil Ketua DPW PAN Jatim dan Sekretaris Fraksi PAN DPRD Jatim, H. Khulaim Junaidi, beberapa hari lalu juga masih berkomunikasi dengan Kiai Syaukat. Dinihari sebelum subuh, ulama berjenggot panjang itu mengirim pesan WhatsApp yang isinya mengingatkan untuk sholat tahajud.

“Assalammualaikum wr wb, selamat menunaikan sholat tahajud, serta menunggu/menyambut ibadah sholat subuh saudaraku kaum muslimin dan muslimah,” tulis Kiai Syaukat dalam chat WA dengan Khulaim. HK

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *