Amanat.news – DPW BM PAN Jawa Timur sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD BM PAN se-wilayah Mataraman, Minggu (26/4/2026). Bukan sekadar sukses sebagai forum evaluasi dan pergantian kepemimpinan, namun menjadi momentum untuk menguatkan jiwa kader sesuai Nilai-Nilai Dasar Perjuangan BM PAN.
Musda VI BM PAN se-Mataraman diikuti oleh 4 DPD BM PAN yang berada di wilayah kultural ini, yaitu Ponorogo, Ngawi, Kota Madiun, dan Pacitan. Musyawarah yang digelar di Hotel Gajah Mada, Ponorogo, tersebut, dipimpin langsung oleh Sekretaris DPW BM PAN Jatim, Abdullah As Syi’abul Huda dan sejumlah pengurus lain.
Dalam orasi pembukaannya, Abdullah menyatakan bahwa Musda bukan hanya bermakna sebagai forum evaluasi dan pergantian kepemimpinan. Musda juga bukan hanya pertemuan antar fisik anggota BM PAN.
“Lebih dari itu adalah bertemunya jiwa antar kader,” tegas aktivis yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang POK DPW PAN Jawa Timur itu.
Abdullah mengajak para peserta menjadikan Musda tersebut sebagai momentum untuk membaca ulang niat sebagai kader BM PAN. Dengan gaya retoris, ia menggugah kesadaran para kader tentang sejarah organisasi ini dan bagaimana BM PAN tetap eksis hingga sekarang.
“Sudah benarkah pondasi niat yang kita bangun dengan Nilai-Nilai Dasar Perjuangan BM PAN? Sadarkah kita bagaimana BM PAN didirikan?” ucap Abdullah.
“Apakah kita lupa tentang catatan sejarah rezim yang menghadirkan banyak organisasi serupa dengan BM PAN namun tak pernah meruntuhkan eksistensi BM PAN? Lantas bagaimana BM PAN tetap eksis?” lanjut laki-laki yang akrab dipanggil Cak Wo tersebut.
Ia menjelaskan, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu sederhana. Bahwa BM PAN memiliki manifestasi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) sebagai kitab induk.
“Dan yang harus selalu kita ingat, sebagai kitab induk, Nilai Dasar Perjuangan BM PAN tidak pernah membolehkan kadernya untuk berhenti melakukan kaderisasi dan selalu menjaga kesetiaan kepada perjuangan PAN,” paparnya.
Menurut Abdullah, akhirnya sudah tidak penting lagi seberapa banyak manusia yang masuk dan keluar BM PAN. Pasalnya, NDP akan tetap dibaca dan diaktualisasikan ke dalam setiap proses kaderisasi tersebut.
“Sudah tidak perduli lagi berapa banyak organisasi serupa dengan BM PAN dihadirkan untuk memaksa mundur organisasi ini, NDP akan menjadi dasar kita untuk tetap setia kepada PAN,” tegas Abdullah.
Musda VI DPD BM PAN se-Mataraman sendiri kemudian memilih Dani Puput Avrilianto menjadi Ketua DPD BM PAN Ponorogo dan Andi Widhia Putra sebagai Ketua DPD BM PAN Ngawi. Sementara Ihsan Fauzi Utomo sebagai Ketua DPD BM PAN Pacitan, dan Hadi Wibowo sebagai Ketua DPD BM PAN Kota Madiun. HK
