Amanat.news – PAN Jawa Timur menyatakan turut prihatin dan merasakan duka mendalam atas musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo. Seluruh kader dihimbau untuk mendoakan, memberikan empati, serta berdonasi sebagai tanda duka atas peristiwa tersebut.
“Sebagai Ketua DPW PAN Jatim, saya menghimbau seluruh kader untuk mendoakan, memberikan empati, dan bagi yang kelebihan rejeki bisa memberikan donasi semampu kita kepada keluarga korban sebagai bagian duka cita mendalam atas musibah di Ponpes Al Khoziny,” kata Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig, di sela-sela kunjungan kerja di Solo, Jumat (3/10/2025).
Rizki Sadig juga mengajak kader PAN yang duduk di DPR, terutama di Komisi VIII dan Komisi V untuk turun dalam penanganan musibah ini. Mereka, kata Rizki, dapat berkoordinasi dengan ponpes, BASARNAS, dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Saya juga menghimbau kepada kader-kader PAN yang ada di Komisi VIII, Komisi V, yang membidangi ponpes, penanganan bencana, pekerjaan umum, BASARNAS, dan sebagainya, untuk juga turut serta, kemudian terjun di dalam penanganan kasus dan korban musibah,” lanjut Rizki Sadig.
Ia menambahkan, Jawa Timur merupakan wilayah yang memiliki banyak pondok pesantren sebagai salah satu tujuan generasi muda menuntut ilmu. Untuk itu, harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah berkaitan dengan kegiatan dan pembangunan yang dilakukan oleh pondok pesantren.
“Dari sisi ijin mendirikan bangunan misalnya, atau hal-hal lain, pemerintah harus lebih memperhatikan ini lebih dalam, sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi lagi di masa yang akan datang dan di ponpes-ponpes yang lain,” ucap anggota Komisi XI DPR RI itu.
Namun untuk saat ini, Rizki mengajak masyarakat lebih fokus memberikan dukungan terhadap upaya penyelamatan korban. Ia berharap, upaya yang dilakukan tim penyelamat bisa berjalan maksimal, sehingga banyak korban berhasil diselamatkan.
“Saya pikir, kita fokus dulu kepada upaya penyelamatan para santri yang terjebak. Kita dukung tim dari BASARNAS, BNPB, yang sedang berusaha keras menolong mereka. Mudah-mudahan korban tidak banyak. Kita juga berharap di masa datang, bisa meminimalisir tidak terjadi di tempat lain,” ujar Rizki.
Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI, Tom Liwafa, menyebut musibah ambruknya Ponpes Al Khoziny harus menjadi momentum perbaikan dalam tata kelola pembangunan pesantren di Indonesia. Legislator PAN dari Dapil Jatim I (Surabaya – Sidoarjo) ini mengatakan, tragedi tersebut menunjukkan pentingnya standar keselamatan yang lebih ketat.
“Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa pembangunan pesantren tidak boleh lagi dilakukan tanpa perencanaan teknis yang sesuai standar. Keselamatan santri adalah hal yang utama,” ucapnya.
Senada dengan Tom Liwafa, anggota Fraksi PAN di Komisi VIII DPR RI, Syaiful Nuri, menegaskan bahwa keselamatan siswa dan santri harus menjadi prioritas utama pembangunan lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren. Ia meminta Pemerintah Pusat maupun Daerah, untuk mendata ponpes-ponpes yang memerlukan tambahan infrastruktur.
“Kalau pondok memang membutuhkan, tugas pemerintah untuk memfasilitasinya. Bisa dengan mempermudah perizinannya dan membantu pembiayaannya. Ini juga sebagai bentuk cara meminimalisir agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Syaiful Nuri. HK
