Amanat.news – Calon Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Mitra Fakhruddin, menjadi kandidat pertama yang turun langsung menyapa kader BM PAN Jawa Timur. Ia dinilai mampu merespon cepat harapan Ketua Dewan Pakar DPP BM PAN, agar para kandidat turun ke daerah untuk mendengarkan aspirasi kader dan membangun komunikasi yang intensif.
Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua Badan Keorganisasian DPW BM PAN Jawa Timur, Akbar Brilianto. Menurut Akbar, langkah Mitra tersebut sebagai bentuk tanggung-jawabnya sebagai kandidat untuk berhubungan langsung dengan kader di bawah, seperti harapan Ketua Dewan Pakar DPP BM PAN.
“Mencari dukungan itu pasti. Tapi lebih dari itu, kedatangan Mitra di Jatim adalah bentuk tanggung-jawabnya sebagai kandidat untuk membangun komunikasi dan mendengarkan aspirasi kader di daerah. Ini penting dilakukan, agar bila nanti terpilih, program-program yang disusunnya benar-benar berdasar kebutuhan kader,” ucap Akbar di Surabaya, Jumat (3/7/2026).
Rabu lalu, DPP BM PAN bersama Panitia Kongres VII BM PAN melakukan audiensi dengan Ketua Dewan Pakar DPP BM PAN, Ahmad Rizki Sadig. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Fraksi PAN DPR RI itu sebagai upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan Kongres VII agar berlangsung demokratis, inklusif dan menjangkau seluruh kader di Indonesia.
Dalam audiensi tersebut, mengutip rilisborneo.com, Rizki Sadig menegaskan bahwa semangat Kongres VII tidak boleh berhenti sebagai perhelatan yang hanya dinikmati oleh elite organisasi di Jakarta. Menurutnya, momentum Kongres harus menjadi sarana konsolidasi nasional yang benar-benar dirasakan oleh kader di daerah.
“Jangan sampai glorifikasi Kongres VII BM PAN hanya dinikmati oleh elit BM PAN di Jakarta tanpa menyentuh kader di daerah. Kongres harus benar-benar down to earth, hidup di tengah kader, dan menjadi ruang dialog yang nyata bagi BM PAN di seluruh Indonesia,” kata Rizki.
Ia menilai, seluruh kandidat ketua umum memiliki tanggungjawab untuk membangun komunikasi langsung dengan pengurus DPW, DPD, serta kader di berbagai daerah. Kehadiran mereka di daerah bukan semata untuk memperoleh dukungan, namun juga untuk menyerap aspirasi, memahami persoalan organisasi, dan menyusun agenda pembaruan BM PAN berdasarkan kebutuhan nyata kader.
Menurutnya, proses kontestasi yang sehat akan melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat karena dibangun melalui interaksi langsung dengan kader seluruh Indonesia. Kongres VII diharapkan menjadi momentum kaderisasi, konsolidasi organisasi, sekaligus regenerasi kepemimpinan yang memperkuat peran BM PAN.
“Para kandidat harus turun ke daerah. Dengarkan aspirasi kader, bangun komunikasi yang intensif, dan hadir langsung di tengah-tengah mereka. Kepemimpinan yang kuat lahir dari kedekatan dengan kader, bukan hanya dari dinamika politik di Jakarta,” lanjut anggota Komisi XI DPR RI itu.
Saat berkunjung ke DPW BM PAN Jawa Timur, Mitra Fakhruddin sendiri memuji Ahmad Rizki Sadig, sebagai sosok yang berandil besar terhadap kuatnya proses kepemimpinan di BM PAN Jatim. Menurut Mitra, Ketua Umum BM PAN periode 2006-2011 itu telah berjasa besar meletakkan fondasi dasarnya.
“Dan ini juga luar biasanya karena Ketum Rizki sudah meletakkan fondasi dasar kepemimpinan yang ada di BM PAN seluruh Indonesia bahkan sampai di Jawa Timur,” ucap Mitra. HK
