Amanat.news – Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig, resmi dilantik dan dikukuhkan sebagai Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (5/8/2026).
Ahmad Rizki Sadig mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas kepercayaan terhadap dirinya untuk mengemban tugas sebagai Wakil Ketua PB IPSI Bidang Perencanaan Usaha masa bakti 2026 – 2030. Menurut Rizki, kepercayaan ini merupakan amanah untuk terlibat dalam upaya memajukan seni dan olahraga pencak silat di Indonesia.
“Alhamdulillah, hari ini resmi dilantik sebagai Wakil Ketua PB IPSI Bidang Perencanaan Usaha. Bagi saya, ini bukan sekadar jabatan, tetapi amanah untuk ikut membangun ekosistem pencak silat yang semakin kuat, profesional, mandiri, dan berprestasi,” ucap Ahmad Rizki Sadig seusai acara pelantikan.
Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran Pengurus Besar IPSI 2026–2030. Rizki berharap kepengurusan baru ini semakin solid, serta membawa energi baru bagi pembinaan atlet dan kemajuan pencak silat Indonesia.
“Mari bersama menjaga pencak silat sebagai jati diri dan warisan budaya bangsa, sekaligus mendorongnya semakin berprestasi dan dikenal di panggung dunia. Mohon doa dan dukungannya. Semoga amanah ini bisa saya jalankan sebaik-baiknya bersama seluruh keluarga besar IPSI,” kata anggota Fraksi PAN DPR RI yang duduk di Komisi XI itu.
Selain Ahmad Rizki Sadig, anggota keluarga besar PAN Jatim, M. Mahfudz, juga turut dilantik sebagai pengurus PB IPSI 2026 – 2030. Pendekar Tapak Suci ini dipercaya menjadi anggota Lembaga Wasit Juri.

Pelantikan dan pengukuhan pengurus PB IPSI 2026 – 2030 membuka lembaran baru dalam jajaran kepengurusan organisasi ini. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menggantikan Prabowo Subianto yang telah memimpin PB IPSI selama 23 tahun, sebagai ketua umum.
Dalam sambutannya, Sugiono menyebut tanggungjawab memimpin PB IPSI begitu besar. Ini karena misi besar membawa budaya nusantara dari bela diri asli Indonesia itu.
“Upaya menjaga marwah PB IPSI adalah bagian dari memelihara budaya Indonesia. Oleh karena itu, tanggungjawab ini begitu besar dan berat karena ada mimpi besar dalam menjaga NKRI,” kata Sugiono. HK
