Amanat.news – Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Rizki Sadig, berkunjung dan menyapa relawan pengumpul minyak bekas atau jelantah di Tulungagung. Ia mengapresiasi gerakan mereka sebagai satu kegiatan yang banyak makna, memiliki dampak positif dalam mengurangi limbah rumah tangga dan menjaga kelestarian lingkungan.
Relawan pengumpul jelantah tersebut diorganisir oleh BM PAN dan DPD PAN Tulungagung. Jelantah yang terkumpul akan dibeli oleh offtaker, lalu hasil penjualannya diwakafkan untuk pembelian tanah dan pembangunan Rumah PAN Tulungagung.
“Ini lumayan untuk mewujudkan kantor PAN Tulungagung. Wakaf seluruh kader PAN. Kader-kader menyerahkan dengan sebuah niatan untuk niat ibadah, menjaga ciptaan Allah, lingkungan, kemudian membantu PAN Tulungagung mewujudkan kantor permanen. Jadi, satu langkah punya banyak makna,” kata Ahmad Rizki Sadig di Kantor DPD PAN Tulungagung, Kamis (29/10/2026).
Rizki menilai, kegiatan mengumpulkan minyak jelantah merupakan terobosan luar biasa yang dilakukan PAN Tulungagung. Aktivitas ini dapat menjadi sarana mengedukasi masyarakat bahwa kegiatan ini bisa menjadi sumber pahala karena berdampak pada terjaganya lingkungan sekaligus pahala wakaf.
“Nah, saya kira ini juga mengedukasi masyarakat. Bahwa pahalanya dapat karena menjaga lingkungan, pahalanya dapat karena memberikan wakaf, dan manfaatnya juga dapat ketika nanti menjadi menjadi kantor,” lanjut Rizki.
Senada dengan Rizki, Ketua DPD PAN Tulungagung,Rijal Abdulloh, mengatakan, gerakan pengumpulan jelantah merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Di sisi lain, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan organisasi.
Menurut Rijal pendekatan seperti itu membuat PAN Tulungagung memiliki ruang gerak yang lebih nyata di masyarakat. Program partai tidak hanya berhenti pada penguatan internal, tetapi juga menghadirkan nilai sosial dan ekonomi.
“Sebenarnya gerakan pengumpulan jelantah ini seperti membangun hubungan mutualisme, bahwa kita membangun yang saling menguntungkan, saling memberikan manfaat, tidak dirugikan salah satu. Dan insyaallah kalau konsisten, ini jadi sumber pendanaan kita,” kata Rijal.
Sementara, ketua satgas relawan pengumpul minyak jelantah DPD PAN Tulungagung, Yahya Sahrul Mubarak, menjelaskan, sasaran program adalah semua kader PAN dan masyarakat umum. Pihaknya menargetkan bisa mengumpulkan 100 ribu liter jelantah yang hasil penjualannya untuk pembangunan gedung DPD PAN Tulungangung.
“Target kami setiap bulan mudah-mudahan dapat mengumpulkan secara konsisten 300 liter dari DPC-DPC PAN se-Kabupaten Tulungagung. Target keseluruhan 100.000 liter yang nanti akan menjadi wakaf untuk pembangunan kantor PAN Tulungagung,” jelas Yahya. HK
