Amanat.news – Pengumpulan minyak goreng bekas atau yang dikenal dengan istilah jelantah , mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PAN Tulungagung, Minggu (28/6/2026). Program ini menarik perhatian karena digunakan untuk membiayai pembangunan Rumah PAN Tulungagung.
“Jelantah yang terkumpul akan dibeli oleh offtaker, lalu hasil penjualannya diwakafkan untuk pembelian tanah dan pembangunan Rumah PAN Tulungagung,” kata Ketua DPD PAN Tulungagung, Rijal Abdullah, dikutip dari radartulungagung.jawapos.com
Menurut Rijal, program tersebut memiliki dua manfaat sekaligus. Di satu sisi, gerakan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan karena minyak bekas pakai tidak dibuang begitu saja. Di sisi lain, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan organisasi.
Rijal menilai, pendekatan seperti ini membuat PAN Tulungagung memiliki ruang gerak yang lebih nyata di masyarakat. Program partai tidak hanya berhenti pada penguatan internal, tetapi juga menghadirkan nilai sosial dan ekonomi.
Rakerda diikuti oleh jajaran pengurus partai, dari tingkat DPD, DPC, dan DPRt, serta melibatkan relawan di tingkat desa hingga yang berbasis RT dan TPS. Kegiatan ini dirangkai dengan pelantikan pengurus tingkat kecamatan hingga desa, serta dihadiri jajaran pengurus DPW PAN Jawa Timur.
Rijal menjelaskan, Rakerda II tahun ini difokuskan pada dua agenda utama, yakni penguatan internal organisasi serta penguatan peran sosial kader di tengah masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui program Relawan Pengumpul Jelantah.
Ia menegaskan, PAN Tulungagung sedang menata kekuatan internal agar struktur dan sistem kerja organisasi berjalan lebih solid. Menurut dia, penguatan internal menjadi dasar penting sebelum memperluas dampak program kepada masyarakat.
“Kami sedang fokus pada penguatan internal organisasi, baik dari sisi struktur maupun sistem kerja. Selain itu, kami juga menjalankan gerakan sosial melalui program Relawan Pengumpul Jelantah,” ujarnya. HK
