Amanat.news – Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Rizki Sadig meminta calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) berpikir out of the box untuk menguatkan kurs rupiah. Ia berharap, kebijakan Deputi Gubernur BI yang baru bisa berperan besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ahmad Rizki Sadig menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi XI DPR RI dengan agenda fit and proper test (uji kelayakan) calon Deputi Gubernur BI, Dr. Solikin M. Juhro, SE., MAE., MA., di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
“Mungkin ada pikiran-pikiran out of the box, yang kira-kira bisa Pak Solikin sampaikan pada forum ini sehingga kita bisa yakin bahwa fungsi moneter yang dimiliki oleh penjaga modal yang dimiliki oleh BI dengan independensinya itu bisa diaplikasikan secara fiskal,” kata Rizki Sadig.
Rizki menilai, struktur keuangan Indonesia dalam 10 tahun terakhir dalam situasi bertahan dan kurang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bahkan, kebijakan BI menurunkan bunga bank, juga tidak mudah mengimplementasikannya di sisi fiskal.
“Jadi tidak lebih dari bertahan terhadap situasi-situasi, khususnya situasi global. Dan itu menjadi salah satu alasan kenapa banyak kejadian-kejadian, apakah kurs mata uang kita yang tidak bisa kita pertahankan, atau strata pertumbuhan ekonomi yang tidak bisa kita tingkatkan,” lanjutnya.
Legislator Fraksi PAN itu melihat, kurs Rupiah semakin lama semakin lemah, serta pertumbuhan ekonomi nasional tertahan di angka 6 persen. Untuk itu, ia meminta Deputi Gubernur BI yang baru memiliki pemikiran luar biasa dalam menjawab dua hal tersebut di tengah-tengah tantangan geopolitik dan masalah global.
“Bagaimana caranya agar kita tidak sekadar bertahan, juga kemudian ekspansif untuk kemudian menguatkan nilai tukar mata uang, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memberikan rasa aman terhadap dunia usaha bahwa stabilitas politik maupun ekonomi kita ini bisa terjaga dengan baik,” pungkas Rizki. HK
