Amanat.news – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan sistem pengolahan sampah di berbagai sektor sudah selesai pada 2028. Menurutnya, persoalan sampah kini bukan lagi sekadar isu lingkungan namun berkaitan langsung dengan agenda besar pemerintah.
“Persoalan sampah menjadi salah satu hambatan dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan hilirisasi,” ujar Zulkifli Hasan saat menghadiri Deklarasi Gerakan Pilah Sampah yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Minggu (10/5/2026).
Zulhas mengungkapkan, selama ini pengolahan sampah terkendala oleh berbagai persoalan. Salah satunya lambatnya pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akibat rumitnya birokrasi dan regulasi.
Sebagai Ketua Satgas PSEL, dirinya mengaku langsung melakukan terobosan melalui penyederhanaan regulasi. Termasuk penerbitan Perpres Nomor 109 Tahun 2025 untuk mempercepat pembangunan PSEL di berbagai daerah.
“Sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai musuh, tetapi sebagai sumber energi dan harapan baru. Dari sampah jadi terang untuk Jakarta,” tegas menteri yang juga menjabat ketua umum PAN itu.
Selain percepatan infrastruktur, kata Zulhas, pemerintah juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat melalui budaya memilah sampah dari rumah tangga. Ia pun mengapresiasi Gerakan Pilah Sampah yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jakarta.
“Saya berharap gerakan ini menjadi contoh nasional dalam membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah organik, anorganik, dan B3 sejak dari sumbernya,” ungkap Zulhas. HK
