Amanat.news – Komisi XI DPR RI mengadakan kunjungan kerja ke PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) di Surabaya, Jumat (19/6/2026). Kunjungan tersebut untuk melihat kesiapan PELNI dalam menjalankan program peremajaan armada kapal terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) tunai sebesar Rp. 2,5 Triliun.
“Sejak 2025 pemerintah sudah menyetujui pembelian 3 unit kapal penumpang baru. Kami ingin memastikan bahwa realisasi PMN sebesar Rp. 2,5 Triliun berjalan sesuai rencana dan melihat bagaimana kesiapan PELNI merealisasikan PMN tersebut,” jelas Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Rizki Sadig di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Rizki menjelaskan, pemerintah memberikan PMN sebesar Rp. 2,5 Triliun tersebut dengan alasan kondisi armada PT PELNI yang tidak lagi ideal. Sejumlah kapal telah berumur lebih 30 tahun sehingga berisiko terhadap keselamatan dan kelancaran pelayanan perhubungan laut nasional.
“Kapal-kapal tersebut secara teknik sudah sangat tua, lebih dari 30 tahun, bahkan ada yang hampir 40 tahun. Kalau terus dioperasikan sangat berisiko dalam operasionalnya dan boros biaya perawatan. Padahal kapal-kapal ini sangat diandalkan sebagai transportasi laut, khususnya untuk melayani kawasan timur Indonesia,” papar politisi PAN itu.
Komisi XI menilai realisasi penggunaan dana PMN oleh PELNI masih berjalan sesuai rencana meskipun terdapat sedikit penyesuaian jadwal. Tiga kapal baru untuk menggantikan KM Kelimutu, KM Umsini, dan KM Lawit tersebut baru akan beroperasi sekitar 2028 atau 2029 karena proses pembuatannya yang cukup lama.
Menurut Direktur Armada dan Teknik PELNI, Kokok Susanto, saat ini realisasi peremajaan armada masih pada tahap penyusunan desain kapal. Konsultan desain telah ditetapkan dan perusahaan segera memasuki tahap penandatanganan kontrak.
“Proses desain diperkirakan berlangsung sekitar 17 bulan. Pada tahap tersebut akan ditentukan berbagai spesifikasi, mulai dari mesin, kapasitas kapal hingga jenis muatan yang dapat diangkut,” jelas Kokok.
Selain berdialog dengan pimpinan PELNI, dalam kunjungan kerja tersebut Komisi XI juga menaiki dan meninjau kapal KM Kelimutu. Mereka melihat banyak perbaikan terhadap fasilitas untuk penumpang dan kualitas layanan dibanding beberapa tahun sebelumnya.
“Kami menilai sekarang sangat bagus fasilitas dan pelayanannya. Ada banyak peningkatan untuk menjamin kenyamanan penumpang yang harus di atas kapal sampai belasan jam bahkan berhari-hari. Kami berharap dengan kapal baru nanti manfaat dan kenyamanannya juga benar-benar dirasakan oleh masyarakat, ” pungkas Rizki. HK
