Amanat.news – Ketua DPW PAN Jawa Timur, Ahmad Rizki Sadig, mengajak generasi muda Indonesia untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Ia meminta anak-anak muda turut berperan aktif dalam upaya pemilahan dan pengolahan sampah.
“Kita sadar problem lingkungan sudah menjadi problematika yang sangat kronis khususnya di Indonesia. Saya mengajak semua elemen, khususnya generasi muda yang jumlahnya hampir 50 persen dari populasi Indonesia, mempunyai kepedulian lingkungan,” kata Rizki Sadig di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menurut Rizki, saat ini sampah menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup di bumi khususnya di Indonesia. Untuk itu, generasi muda sebagai pemilik masa depan bangsa mempunyai peran penting dalam menangani permasalahan ini.
Peran tersebut bisa dimulai dengan memilah sampah, misalnya antara sampah organik dan anorganik. Sampah yang dipilah dari rumah tangga, perkantoran, restoran, kawasan bisnis, dan kawasan industri akan memudahkan pemerintah atau petugas kebersihan untuk mengolahnya.
Rizki mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia melakukan langkah bijak untuk mewujudkan peradaban yang bebas tumpukan sampah. Ia juga mengingatkan tentang target pemerintah yang mencanangkan Indonesia bebas sampah sebelum 2029.
“Ayo kita mulai dari diri kita sendiri untuk memilah sampah, organik dan anorganik, sehingga memudahkan pemerintah atau petugas-petugas kebersihan menyalurkan kepada proses-proses pengolahan yang lebih bermanfaat untuk kepentingan yang lebih luas,” lanjut anggota Komisi XI DPR RI itu.
Sebelumnya, DPP PAN menggelar Workshop Fraksi PAN DPRD se-Indonesia di Jakarta, Minggu (7/6/2026). Kegiatan bertema ‘Bantu Rakyat Pilah Sampah’ ini berfokus pada praktik pengelolaan sampah yang melibatkan komunitas dan petugas kebersihan sebagai fasilitator.
Dalam kegiatan tersebut, para legislator PAN dari berbagai daerah belajar langsung mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah. Mereka diajak memahami alur pengelolaan sampah dari hulu, mempraktikkan pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomis.
PAN sengaja menggandeng komunitas pengelola sampah dan bank sampah kreatif untuk berbagi pengalaman sekaligus memberikan pelatihan praktis kepada para peserta. Diharapkan, setelah mengikuti workshop ini, para legislator PAN dapat memperkuat agenda pengelolaan sampah di daerah masing-masing.
“Yang menjadi guru kami hari ini justru para petugas kebersihan dan rekan-rekan komunitas di lapangan. Anggota dewan datang untuk mendengarkan dan menyerap ilmu, bukan sebaliknya,” ujar Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Menurut PAN, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan seremonial atau aksi sesaat. Dibutuhkan dukungan regulasi, penganggaran, dan pengawasan yang berkelanjutan agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan efektif di daerah.
Melalui workshop ini, para anggota DPRD didorong menyusun langkah tindak lanjut yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing. Termasuk penguatan regulasi daerah, dukungan anggaran, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pengelolaan sampah secara nasional. PAN menyatakan dukungannya terhadap implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.
“Kebijakan di tingkat pusat hanya akan efektif jika diterjemahkan secara tegas menjadi Perda di tingkat daerah serta diinternalisasi menjadi kebiasaan di tingkat rumah tangga,” ujar Zulkifli Hasan. HK
