Amanat.news – Sekitar 700 warga mengikuti jalan santai sejauh lima kilometer dalam kegiatan PANggung Rakyat Merdeka yang digelar DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kediri di Dusun Karangrejan, Desa Tawang, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).
Selain jalan santai, kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan HUT ke-28 PAN itu juga menghadirkan berbagai perlombaan tradisional. Mulai dari balap kelereng, balap karung, tarik tambang, hingga lomba mencari koin dalam tepung.
Penyelenggara menyebut perlombaan tersebut sengaja dihadirkan untuk mengajak masyarakat kembali memainkan permainan yang dahulu menjadi bagian dari tradisi perayaan kemerdekaan, tetapi kini mulai jarang digelar.
Jalan santai dimulai dari Dusun Karangrejan dan mengambil rute sejauh lima kilometer sebelum peserta kembali ke titik awal. Kegiatan tersebut dilepas Sekretaris DPD PAN Kabupaten Kediri sekaligus anggota Fraksi PAN DPRD Kabupaten Kediri, Aris Susanto.
“Jalan santai ini sebagai salah satu cara mensyukuri Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sekaligus merayakan HUT PAN ke-28 tahun,” kata Aris.
Lomba yang mulai jarang digelar
Setelah jalan santai, kegiatan berlanjut di Desa Duwet, Kecamatan Wates. Warga mengikuti sejumlah perlombaan yang selama ini identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan.
Peserta berlomba dalam balap kelereng dan balap karung. Tarik tambang juga menjadi salah satu perlombaan yang menarik perhatian warga.
Selain itu, panitia menggelar lomba mencari koin di dalam tepung, estafet sedotan, serta makan pisang yang digantung dengan aturan peserta harus berdiri menggunakan satu kaki.
Menurut Aris, perlombaan tersebut dipilih karena permainan rakyat seperti itu mulai semakin jarang ditemukan dalam perayaan kemerdekaan di tingkat kampung.
“Di tahun-tahun belakangan, berbagai jenis perlombaan rakyat seperti ini perlahan mulai jarang diselenggarakan oleh warga,” ujar Aris.
Karena itu, kata dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk menghidupkan kembali memori masyarakat terhadap permainan tradisional yang dahulu rutin digelar setiap bulan Agustus.
“Kami ingin menghidupkan kembali memori kolektif tentang lomba-lomba tradisional yang dahulu selalu ditunggu-tunggu kehadirannya setiap bulan Agustus tiba,” katanya.
Bangun Nilai Kebersamaan
Rangkaian PANggung Rakyat Merdeka ditutup dengan penyerahan uang apresiasi dari Fraksi PAN DPRD Kabupaten Kediri kepada para pemenang lomba.
Aris mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memberikan hiburan atau hadiah kepada masyarakat. Ada nilai kebersamaan yang ingin dibangun melalui kegiatan yang melibatkan warga secara langsung.
Menurut dia, kegiatan seperti jalan santai dan perlombaan tradisional dapat menjadi ruang pertemuan warga sekaligus menjaga keberadaan permainan rakyat di tengah perubahan pola hiburan masyarakat.
PANggung Rakyat Merdeka merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PAN Jawa Timur dalam momentum HUT ke-28 PAN sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di Kabupaten Kediri, kegiatan tersebut dikemas dengan melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari jalan santai hingga perlombaan tradisional di tingkat desa.//
