Amanat.news – Sejumlah kiai pimpinan pondok pesantren hadir dalam acara Pelantikan DPW PAN Jatim di Jatim Expo, Minggu (10/5/2026). PAN Jatim berkomitmen membangun sinergi dengan para ulama dan pimpinan organisasi keagaamaan di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Kami berharap PAN Jawa Timur dapat terus maju dan bersinergi bersama tokoh ulama, habaib, pimpinan partai politik, serta pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota,” kata Ketua DPW PAN Jatim, Ahmad Rizki Sadig, dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Rizki Sadig memohon doa restu kepada para ulama, kiai, masyaikh, habaib, serta pimpinan organisasi Islam. Rizki percaya, dengan restu mereka, dirinya bersama jajaran PAN Jawa Timur dapat menjalankan amanah dengan baik.
“Kami mohon dengan segala kerendahan hati, doa restu kepada seluruh tokoh ulama, kiai, pimpinan PWM, PWNU, para masyayikh, habaib, agar bisa menjalankan amanah dan tanggung jawab sebaik-baiknya dan PAN Jawa Timur bisa berpartisipasi dan memberi kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan membantu masyarakat Jawa Timur,” papar Rizki.
Para ulama yang hadir antara lain KH. Fuad Noerhasan (Ponpes Sidogiri), KH. Asep Saifuddin Chalim (Ponpes Amanatul Ummah), KH. Maksum Faqih (Ponpes Langitan). Kemudian KH. Hasib Wahab Chasbullah (Ponpes Bahrul Ulum) dan KH. Luthfi Ahmad (Ponpes Madinatul Ulum).
Selain para kiai, dari kalangan nahdliyin hadir pula Ema Umiyyatul Chusnah atau yang biasa disapa Ning Ema. Ia adalah putri mantan Ketua DPW PPP Jawa Timur, Nyai Mundjidah Wahab, sekaligus cucu salah satu pendiri NU, KH. Wahab Chasbullah.
Ning Ema pernah menjabat Ketua DPC PPP Jombang dan menjadi anggota DPR RI. Pada Pemilu 2024 sejatinya Ning Ema kembali lolos ke Senayan namun ia gagal dilantik karena PPP tidak lolos parliamentary threshold.
Kehadiran Ning Ema dalam acara Pelantikan PAN Jatim mendapat apresiasi tinggi dari Zulkifli Hasan. Sebelumnya, Ning Ema telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung ke dalam barisan partai matahari putih.
“Contoh dari brilliant leader adalah kemampuan memilih orang seperti Ning Ema. Beliau dalah kader baru PAN yang hebat dan merupakan politisi yang sangat tangguh,” puji Zulkifli Hasan yang langsung disambut tepuk tangan meriah ribuan kader PAN.
Orang nomor satu di PAN yang akrab disampa Zulhas itu menjelaskan tentang brilliant leader. Zulhas menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang brilian adalah mereka yang memiliki insting tajam dalam memilih sumber daya manusia (SDM).
“Kekuatan sebuah partai politik tidak hanya terletak pada program kerja, tetapi pada ketangguhan individu-individu yang berada di struktur kepengurusan,” kata Zulhas. HK
