Amanant. news – Ketua Umum BM PAN, Slamet Ariyadi, menyambut positif survei Parameter Politik Indonesia (PPI) yang menyebut elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) mencapai 5,6 persen. Slamet berharap hasil survei tersebut akan menambah energi kader-kader PAN untuk bekerja lebih keras dan dekat dengan rakyat.
“Angka 5,6 persen tentu menjadi kabar baik bagi seluruh keluarga besar PAN. Tetapi ini bukan alasan untuk berpuas diri. Justru ini harus menjadi energi baru untuk bekerja lebih keras dan semakin dekat dengan rakyat,” ujar Slamet Ariyadi dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Slamet menilai, hasil survei PPI menunjukkan adanya respons positif masyarakat terhadap keberadaan dan kerja nyata PAN. Karena itu, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan aksi konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.
“Bagi kami, survei bukan sekadar angka. Di balik angka itu ada kepercayaan masyarakat. Tugas kita adalah menjaga kepercayaan tersebut dengan terus hadir, mendengar aspirasi, membantu masyarakat, dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.
Menurut anggota Fraksi PAN DPR RI itu, kerja politik PAN harus terus diarahkan pada upaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Politik, kata Slamet, tidak cukup hanya dilakukan melalui wacana, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
“PAN harus menjadi partai yang hadir ketika rakyat membutuhkan. Kita harus turun, mendengar langsung persoalan masyarakat, kemudian mencari jalan keluar dan memperjuangkannya melalui kerja politik,” katanya.
Sebagai Ketua Umum BM PAN, Slamet juga mendorong generasi muda PAN untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat. Ia meminta generasi muda PAN terus bergerak dan membawa PAN lebih dekat dengan rakyat.
“Generasi muda PAN harus terus bergerak. Kita ingin energi anak muda menjadi kekuatan untuk menghadirkan PAN yang semakin dekat dengan masyarakat dan semakin banyak memberikan manfaat,” ujarnya.
Slamet menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada PAN. Ia kembali menegaskan bahwa capaian 5,6 persen harus dipandang sebagai titik awal untuk meningkatkan kerja politik PAN.
“PAN harus terus bergerak, terus bekerja, dan terus hadir membantu rakyat. Sebab kepercayaan masyarakat tidak cukup dijawab dengan janji, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata,” ungkap Slamet.
PPI melakukan survei pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 melalui metode face to face interview terhadap 1.200 responden. Mereka tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan.
Hasil survei yang memiliki margin of error ±2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen itu, elektabilitas PAN mencapai 5,6 persen. Angka tersebut menempatkan PAN di posisi kedelapan dalam peta elektabilitas partai politik.
Gerindra di posisi pertama dengan 18,3 persen, disusul PDIP 14 persen, Golkar 13 persen, PKB 9,7 persen, Demokrat 7,7 persen, PKS 6,9 persen, NasDem 5,7 persen, dan PAN 5,6 persen.
Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, dalam pemaparan hasil survei melalui kanal YouTube Adi Prayitno Official, menjelaskan sejumlah alasan yang mendorong masyarakat memilih PAN.
Menurut Adi, faktor utama di antaranya adalah kinerja PAN yang dinilai dirasakan masyarakat sebesar 11,7 persen, kualitas tokoh partai sebesar 10 persen, serta pengalaman masyarakat menerima bantuan sebesar 8,3 persen. HK
