Amanat.news – Pendakwah kondang asal Blitar, Gus Iqdam, mengajak masyarakat untuk tidak melihat politik selalu dalam kacamata yang negatif. Ia juga berpesan agar politik digunakan untuk memberi kemanfaatan yang sebesar-besarnya bagi rakyat.
Hal itu disampaikan Gus Iqdam saat tampil dalam acara PANggung Religi HUT ke-28 PAN, di Lapangan Parkir Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (29/8/2026) malam. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dan Ketua DPW PAN Jatim, Ahmad Rizki Sadig, hadir adalam acara ini.
“Politik itu memang ada yang baik dan kurang baik. Maka, berpolitiklah untuk memberi kemanfaatan. Kalau tidak bisa memberi itu, jangan menyusahkan,” kata Gus Iqdam.
Dalam tauziahnya, Gus Iqdam juga menyampaikan bahwa peringatan hari kelahiran atau HUT, seharusnya menjadi peristiwa yang dimaknai sebagai tasyakuran. Sebuah momentum untuk mengingat dan mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Di hadapan sekitar 30 ribu orang yang memadati halaman stadion, Gus Iqdam mengajak untuk selalu memiliki rasa syukur atas nikmat apapun yang diberikan Allah SWT. Ia mengutip Imam Al-Ghazali mengenai tiga tingkatan utama dalam bersyukur.
Tingkatan pertama adalah menyadari bahwa seluruh nikmat yang diterima pada hakikatnya berasal dari Allah SWT. Segala usaha, kemampuan, dan kehebatan manusia tidak terlepas dari pertolongan dan kehendak-Nya.
“Semua itu semata-mata dari Allah SWT. Segala bentuk usaha dan kehebatan itu datangnya dari Allah,” ujar Gus Iqdam.
Karena itu, menurutnya, kegiatan syukuran seperti yang dilakukan PAN tidak hanya berhenti pada perayaan. Syukur harus dibarengi dengan ikhtiar.
“Makanya ya syukuran seperti ini, selain harus ikhtiar jalur darat, jalur langit itu harus diperjuangkan,” katanya.
Ia pun berharap momentum tersebut membawa keberkahan bagi PAN.
“Saya yakin berkah acara ini, puluhan ribu, insyaallah PAN akan menjadi partai barokah,” lanjutnya.
Tingkatan syukur yang kedua, lanjut Gus Iqdam, adalah kondisi batin, yaitu saat seseorang yang mendapatkan nikmat hendaknya menghadirkan rasa bahagia dan gembira atas nikmat tersebut. Bahkan ketika masih ada urusan yang belum berjalan lancar, rasa syukur tetap perlu dijaga.
“Walaupun ada yang belum lancar dan sebagainya, tetap harus bahagia,” pesannya.
Terakhir, tingkatan syukur yang ketiga, adalah mewujudkan rasa syukur melalui qolbu, lisan, dan perbuatan. Artinya, syukur tidak cukup hanya disimpan di dalam hati atau diucapkan melalui lisan. Syukur juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Pesan itulah yang kemudian coba direfleksikan PAN dalam peringatan HUT ke-28. Melalui pengajian dan sholawatan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Gus Iqdam berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk syukur yang membawa manfaat dan keberkahan.
“Semoga bentuk syukur malam ini mendatangkan nikmat yang lebih lagi serta barokah. Amin Allahumma amin,” pinta pendakwah kondang tersebut.
Selain Zulkifli Hasan dan Ahmad Rizki Sadig, sejumlah tokoh PAN juga hadir dalam acara ini. Antara lain Sekretaris DPW PAN Jatim, Husnul Aqib, anggota Fraksi PAN DPR RI, Verrel Bramasta, Ketua DPD PAN Kabupaten Malang, Makhrus Sholeh, dan kader PAN yang menjabat Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah
Dalam sambutannya, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan menyoroti perjalanan panjang PAN selama 28 tahun di panggung politik nasional. Ia menilai, perjalanan PAN tak lepas dari dukungan serta doa masyarakat.
“Mohon doanya agar kita diberi kekuatan untuk terus memperjuangkan apa yang belum berhasil menjadi berhasil, serta PAN dapat terus berbuat yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Zulkifli.#
Reporter: Faiz Rizal Izuddin
Editor: Heru K
