Amanat.news – PAN berkomitmen memperkuat madrasah sebagai pilar pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul. PAN juga berupaya mendorong peningkatan kesejahteraan guru madrasah agar kualitas pembelajaran meningkat dan proses pendidikan berjalan lebih optimal.
Pernyataan tersebut disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI, H. Syaiful Nuri saat mengunjungi Madrasah Diniyah Takmiliyah Ula Miftahul Ulum 77, Minggu (3/5/2026). Kunjungan ke sekolah Islam yang berlokasi di Lebaksari, Wonorejo, Pasuruan ini, dalam rangka reses menyerap aspirasi masyarakat.
“Kami diinstruksikan oleh partai kami, PAN, untuk bersosialisasi dan menyerap aspirasi, khususnya dari para santri atau murid dan guru-guru madrasah yang ada di Pasuruan dan Probolinggo yang merupakan Daerah Pemilihan tempat saya terpilih sebagai anggota DPR RI,” kata Syaiful Nuri.
Di hadapan pengurus Yayasan Miftahul Ulum, para guru, dan wali siswa, Syaifu Nuri menyampaikan, bahwa kunjungan tersebut juga sebagai upaya mendorong penguatan pendidikan madrasah. Selain itu, ikut memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah dan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah.
Syaiful Nuri menjelaskan, pendidikan madrasah saat ini menghadapi tantangan sekaligus peluang besar dalam mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak. Tantangan dan peluang ini muncul di tengah persoalan mengenai kualitas dan kesejahteraan guru, serta keterlibatan wali murid yang belum optimal.
“Dukungan berbagai pihak, termasuk komitmen dari Partai Amanat Nasional dalam mencerdaskan anak bangsa, menjadi penting untuk memperkuat madrasah sebagai pilar pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ucapnya.
Menurut anggota Fraksi PAN yang akrab dipanggil Gus Ipung itu, guru madrasah merupakan pilar utama keberhasilan pendidikan. Namun masih banyak yang menghadapi persoalan kesejahteraan, terutama guru honorer.
Ketimpangan antara beban kerja, dan penghasilan menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan. Untuk itu, PAN mendorong peningkatan kesejahteraan guru, melalui penguatan program sertifikasi, pemberian insentif yang layak, serta kepastian status kepegawaian.
“Dengan guru yang sejahtera, diharapkan kualitas pembelajaran meningkat, dan proses pendidikan berjalan lebih optimal,” tegas menantu pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Fuad Aminudin, itu. HK
