Amanat.news – Legislator Fraksi PAN DPR RI, Ahmad Rizki Sadig, menemui kelompok peternak sapi perah Desa Sendang, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulung Agung, Kamis (5/3/2026). Ia berjanji akan membantu mengurai kendala yang dihadapi peternak, khususnya soal perijinan pengolahan susu dari BPOM.
“Kenapa harus dikirim ke Jakarta, ke industri-industri susu. Ternyata problemnya tentang masalah Badan POM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Jadi mengurus Badan POMuntuk peternakan susu itu ribet, ruwet, dan cukup lama,” kata Rizki Sadig.
Menurut Rizki, di Desa Sendang terdapat 1890 peternak susu yang bernaung dalam Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Wilis. Setiap harinya, dari sapi-sapi perah yang mereka pelihara bisa menghasilkan sekitar 63 ton susu.
Hasil susu sebesar itu mereka kirim ke industri-industri pengolahan yang ada di Jakarta. Padahal menurut keterangan para peternak, mereka sebenarnya bisa mengolah sendiri sampai menjadi susu pasteurisasi yang siap dikonsumsi.
Para peternak menghadapi kendala dalam mengurus perijinan dari BPOM untuk pengolahan susu. Menyikapi persoalan ini, Rizki Sadig berjanji membantu mencarikan jalan keluar melalui kolega-koleganya di DPR yang bermitra dengan BPOM.
“Jadi nanti saya minta teman-teman yang bermitra dengan BPOM, minta tolong ya ini dapil saya ini, minta tolong supaya dibantu jalan keluarnya, supaya mereka nggak harus jualan ke industri-industri besar tapi bisa diolah di sini dan itu cukup murah, investasinya nggak besar,” ujar Rizki.
Selain perijinan BPOM, wakil rakyat yang terpilih dari Dapil Jatim VI (Tulungagung, Blitar, Kediri) itu juga mendapat keluhan soal pupuk. Para peternak berharap pemerintah memberikan subsidi untuk pupuk yang selama ini digunakan merawat rumput gajah mini sebagai sumber pakan sapi-sapi mereka.
“Berharap ada solusi atau kreativitas dari pemerintah supaya pupuk rumput ini sebagai sumber pakan ternak bisa mendapat diskon. Sehingga peternak bisa lebih berdaya dan lebih ekonomis dalam proses produksi susu,” jelas anggota Komisi XI DPR RI itu. HK
