Wasekjen PAN : Banyak Penipuan Bikin BPJS Devisit

Amanat – Kondisi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang hingga saat ini masih devisit hingga diprediksi mencapai Rp 9 triliun pada tahun ini, dinilai Saleh Partaonan Daulay Wakil Sekretaris Jendral DPP PAN, karena banyak penipuan, yang dilakukan banyak pihak mulai dari petugas BPJS, medis, pihak rumah sakit bahkan peserta BPJS.

Penipuan yang terjadi ini membuat BPJS yang seharusnya membayar sedikit, namun karena penipuan harus membengkak dan mengeluarkan pembayaran lebih banyak. “Ini yang seharusnya  diselesaikan BPJS terlebih dahulu,” tandas Saleh Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI.

Saleh Partaonan Daulay 200x300 - Wasekjen PAN : Banyak Penipuan Bikin BPJS Devisit
Saleh Partaonan Daulay

Penyebab adanya froud (penipuan) maupun kecurangan menejemen, akhirnya membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Menurut Saleh, Selain itu persoalan pendataan juga menjadi salah satu faktor, sejauh ini, pendataan kepesertaan BPJS masih carut marut. Diantaranya pendataan kepesertaan penerima bantuan iuran (PBI), termasuk banyaknya peserta yang terdata tetapi orangnya tidak jelas.

Akhirnya menimbulkan pertanyaan apakah peserta penerima bantuan tetap dibayar atau tidak. Dalam sistem jaminan sosial ada pembayaran kapitasi. Selama orang itu tercatat di dalam satu fasilitas kesehatan (faskes) tertentu maka BPJS akan membayarkan kapitasinya setiap bulan.

Lebih lanjut Saleh memaparkan, kalau faskesnya pemerintah kapitasinya Rp 6.000,- dan jika swasta kapitasinya Rp 10.000,-. Kalau banyak peserta yang orangnya tidak ada, berarti berkontribusi pembengkaan pembayaran BPJS semakin besar. (TJ)

Tinggalkan Balasan