Underbow NU bingung tentukan pilihan pilgub Jatim

Amanat – Majunya Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansah yang keduanya tokoh NU untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Jatim, justru membuat organisasi dibawah bendera (baca : underbow) Nadhiyin kebingungan untuk menentukan pilhan dalam Pilkada 2018 mendatang.

Sebagaimana diakui Ahmad Nur Aminudin, Wakil Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Ansor belum memutuskan sikap dalam Pilkada Jawa Timur. “Gus Ipul senior kami di Ansor, jadi wajar kalau secara individu kami lebih condong ke dia. Tetapi secara organisasi kami belum mengambil sikap karena menunggu rekomendasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur,” ujar Aminudin.

Bahkan Emha Nabil Haroen Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Nahdatul Ulama (IPSNU) Pagar Nusa, menginstruksikan anggotanya untuk netral dalam Pilkada Jawa Timur. Nabil mengatakan, pemilihan Gubernur Jawa Timur yang diikuti dua kader NU harus disikapi secara bijak oleh warga nahdliyin.  “Saya minta semua anggota Pagar Nusa agar netral dalam kepentingan politik,” tandasnya di Kediri (7/11).

Sebelumnya sikap senada disampaikan Ahmad Reza Zahid Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah, organisasi persatuan pondok pesantren NU Jawa Timur. Pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusiyah Lirboyo ini menyatakan organisasi RMI akan netral dalam pemilihan Gubernur mendatang.

Sikap serupa juga dilakukan Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur, yang punya kriteria sendiri dalam mendukung salah seorang calon. Nafi’ Muthohirin Program Bidang Infokom Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur mengatakan, sejak awal Saifullah dan Khofifah telah mendekati Pemuda Muhammadiyah, tetapi belum memutuskan akan mendukung salah satu di antaranya.

Karena keduanya dinilai Nafi’ belum cukup menyuarakan keberagaman dan toleransi. “Berdasarkan survei Setara Institute, Jawa Timur nomor tiga provinsi yang tingkat intoleransinya tinggi setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta,” paparnya. Pembelaan Saifullah dan Khofifah terhadap kelompor marginal sejauh ini juga dinilai kurang. “Jadi prinsipnya kami akan mendukung calon gubernur yang berfikir inklusif dan punya konsep sistematis terhadap intoleransi,” paparnya. (TJ/BS)

Tinggalkan Balasan