Merebut hati milenial (2): Tinggalkan gaya politisi old style, PAN harus refresh agar selalu nampak muda

Amanat – Beberapa negara telah mengantisipasi munculnya generasi milenial ini dengan memilih sejumlah anak muda untuk duduk dalam kabinet, bahkan menjadi duta besar, sebagai upaya membuat politik di negeri mereka selalu relevan dan tidak ditinggal oleh rakyatnya.

Sayangnya yang berlangsung di Indonesia, upaya untuk ‘mendekati’ generasi milenial masih belum konsisten. Masih banyak politisi-politisi tua (old style) yang bergaya konvensional. Pendekatan-pendekatan politik pun masih berjalan dengan gaya lama, konvensional dan dominatif. Karena ini pula masih kerap muncul kegaduhan politik sebagai akibat pertarungan kelompok politisi ‘old style’ yang menerapkan gaya lama.

PAN nampaknya sudah cukup memahami arah zaman generasi milenial, dengan munculnya sosok Eddy Suparno, profesional bidang keuangan penggemar fotografi yang dipercaya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk menjadi sekjen partai.

IMG 0062 - Merebut hati milenial (2): Tinggalkan gaya politisi old style, PAN harus refresh agar selalu nampak muda
Sekretaris DPW Jawa Timur Dr A Basuki Babussalam (kiri) tengah berdiskusi dengan Sekretaeris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno

“Progresivitas ini harus diteruskan oleh seluruh organ partai di level bawah. Esensi sesungguhnya adalah menyelamatkan partai di mata publik sehingga tidak berwajah kusam, intrik dan eksploitatif. Partai politik harus terlihat cerah, jernih dan bersih, menjanjikan, penuh kerja keras dan kecerdasan, membawa harapan dan kesenangan bagi seluruh warga. Politik Indonesia harus di-refresh untuk selalu terlihat muda,” terang Basuki Babusallam.

Selain itu, lanjut basuki, PAN juga membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi milenial untuk mendapatkan pendidikan politik. “Dari beberapa riset kita bisa mengetahui bahwa sebagian besar generasi milenial masih apolitis, bahkan banyak juga yang alergi politik. Padahal, inilah jalan yang paling efektif untuk menyuarakan perubahan,” tandas Basuki.

Menurut Basuki, mengemas pendidikan politik agar sesuai dengan gairah generasi milenial memang menjadi tantangan baru partai politik, jika ingin merebut simpati generasi milenial, si pemilik suara terbesar saat ini tersebut. “Kemasannya harus lebih baru, lebih mencerminkan milenial agar tak berjarak dengan mereka,” kata Basuki. cw

Tinggalkan Balasan