Tekad Diah Membawa Aspirasi Guru PAUD

Amanat – Tak sedikit aktivis penggerak pemberdayaan masyarakat menjadikan Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai kendaraan perjuangannya. Salah satunya adalah Hyatmi Diah Lestari, aktivis penggerak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Jember.

“Karena PAN lebih riil, nyata perjuangannya, dan lebih terbuka untuk siapapun,” kata perempuan yang akrab dipanggil Diah tersebut kepada amanat.news.

Pengelola PAUD Terpadu Aqshol Madinah, Jember, itu, lantas menjelaskan bahwa PAUD adalah pondasi utama generasi emas bangsa. Maka seharusnya derajat guru PAUD berada di tempat yang tinggi seperti di Jerman dan beberapa negara lain yang gaji guru PAUD-nya di atas dosen.

“Khususnya di Jember, nasib guru PAUD masih kurang diperhatikan, bahkan sampai ada yang bekerja sampingan sebagai penjual makanan, dan lain-lain. Dengan melihat kondisi tersebut maka sudah saatnya PAUD memiliki wakil di legislatif,” jelasnya.

WhatsApp Image 2018 06 26 at 15.40.36 225x300 - Tekad Diah Membawa Aspirasi Guru PAUDDengan semangat untuk memperjuangkan aspirasi guru-guru PAUD tersebut, Diah pun memutuskan untuk berjuang menjadi anggota legislatif lewat PAN. Dengan menjadi anggota legislatif, lanjut Diah, aspirasi guru-guru berkaitan dengan kesejahteraan maupun keinginan untuk memajukan PAUD, akan lebih mudah tersampaikan.

Di Pemilu Legislatif 2019 nanti, Diah akan berjuang lewat Dapil 1 (Arjasa, Jelbuk, Kaliwates, Panti, Patrang, Sukorambi, Sukowono) untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Jember.  Sejumlah aksi penggalangan suara dan dukungan dari masyarakat pun sudah dia lakukan.

“Yang pasti adalah pendekatan ke seluruh masyarakat. Terutama ke kaum perempuan dan generasi milenial,” ungkap perempuan 37 tahun ini.

Di antara aksi-aksi penggalangan dukungan tersebut, di antaranya melakukan parenting PAUD gratis dengan tema ‘Saatnya Menjadi Orang Tua Kreatif’ ke seluruh lembaga PAUD di Kabupaten Jember. Aksi lainnya adalah menggelar pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu di berbagai komunitas.

“Pelatihan keterampilan juga dilakukan untuk muda-mudi di beberapa kecamatan,” lanjutnya.

Menjadi wakil rakyat di lembaga legislatif sudah seharusnya menjadi tahap perjuangan yang ditapaki Diah. Pengalamannya di aktifitas pemberdayaan masyarakat yang mengharuskannya.

Mulai 2009, warga Kedungpiring, Kaliwates, tersebut, telah aktif di Gerakan Jember Membaca. Di komunitas ini, ia melakukan pendampingan masyarakat yang buta huruf. Setelah itu ia juga aktif berkegiatan di dunia pendidikan anak usia dini dan kanak-kanak.

Saat ini, selain menjadi pengelola PAUD Aqshol Madinah, Diah merupakan kepala sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) di lembaga yang sama. Tahun ini ia juga terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Amanat Nasional (PUAN) Kabupaten Jember setelah sejak 2016 lalu aktif di PAN. HK

 

 

Tinggalkan Balasan