Tanwir I Aisyiyah, urai problem ekonomi bangsa lewat pemberdayaan perempuan

Amanat – Hari ini Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dijadwalkan akan membuka Tanwir I Aisyiyah yang dilaksanakan di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya). Tanwir kali ini mengangkat tema ‘Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Pilar Kemakmuran Bangsa’.

Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini memaparkan bahwa jika tema tersebut didasarkan pada kondisi riil yang saat ini tengah terjadi di negeri ini.

“Perlu adanya usaha massif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan penguatan ekonomi masih jadi kebutuhan urgent, melihat tingkat kemiskinan menurut BPS di tahun 2017 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Di samping itu, kesenjangan ekonomi juga masih menjadi permasalahan serius dalam masyarakat. Ada 27 juta warga Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan,” urai Noordjannah dalam sesi Press Conference di UM Surabaya, Kamis (18/1).

Perempuan sendiri menurut Noordjannah memiliki potensi luar biasa dalam memajukan perekonomian baik dalam entitas terkecil yaitu keluarga hingga bangsa. Kemandirian perempuan, terangnya, bukan hanya akan berdampak kepada dirinya namun juga keluarga.

“Perempuan memiliki potensi luar biasa dan mampu menyelessaikan permasalahan ekonomi di keluarganya dengan arif,” lanjutnya.

Menurut Noordjannah, upaya-upaya peningkatan kapasitan ekonomi perempuan yang telah dilakukan Aisyiyah selama ini telah menunjukkan perkembangan. Salah satunya melalui Program BUEKA, Aisyiyah telah mampu menggerakkan kelompok-kelompok ekonomi kecil di sejumlah daerah secara optimal. Upaya pendampingan pun diperkuat dengan adanya sekolah Wirausaha milik Aisyiyah atau SWA yang bukan bukan hanya meningkatkan kapasitas melalui teori namun juga pendampingan secara langsung dan bertahap.

“Berdasarkan pemetaan yang kami lakukan beberapa waktu lalu, Bueka cukup menggembirakan. Lembaga keuangan mikro tumbuh baik, baik yang konvensional ataupun syariah. Melalui SWA kita melakukan pendampingan penguatan kewirausahaan,” tandasnya

Segala upaya penguatan ekonomi yang telah dilakukan Aisyiyah terang Noordjannah akan didukung dengan sinergitas dengan lembaga-lembaga pemerintah. Dalam tanwir Aisyiyah sendiri akan dilakukan MoU dengan Kementerian Koperasi dan Kementerian Agama.

“Tentunya, upaya-upaya peningkatan ekonomi Aisyiyah akan didampingi dengan pengkajian kebijakan ekonomi yang berpihak. Dan ini akan kami jadi gerakan nasional agar kesadaran ekonomi jadi fokus utama. Di samping, Penguatan kepemimpinan di daerah menjadi ujung tombak untuk menguatkan ekonomi perempuan,” papar Noordjannah.//CW

Tinggalkan Balasan