Sel. Jan 28th, 2020

Tanggapan Wasekjen PAN Soal Tudingan PAN Jadi Kendaraan Politik Keluarga

2 min read
IMG 5650ed - Tanggapan Wasekjen PAN Soal Tudingan PAN Jadi Kendaraan Politik Keluarga

Amanat.news – Waketum PAN Bara Hasibuan melontarkan tudingan jika saat ini PAN tengah dipakai oleh satu keluarga untuk menjadi kendaraan politiknya. Meski tidak menyebut nama, pernyataan Bara ini seperti merujuk pada Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Menjawab tuduhan tersebut, Windiarto Kardono, Wasekjend DPP PAN, mengungkapkan tentang sesat pikir Bara Hasibuan dalam melihat cara pandang Amien Raisterhadap kehidupan politik adalah tak merujuk pada gagasan Amien Rais sendiri, sebagaimana tertuang dalam pidato guru besarnya yang diberi judul ‘Kuasa, Tuna Kuasa dan Demokratisasi’.

“Sejak era orde baru hingga hari ini, Pak Amien tetap konsisten dengan gagasan pikirannya itu, baik dalam melihat politik nasional maupun di internal PAN, siapapun ketua umumnya,” tandas Windiarto.

windi1 - Tanggapan Wasekjen PAN Soal Tudingan PAN Jadi Kendaraan Politik Keluarga
Windiarto Kardono, Wasekjen DPP PAN

Amien Rais, lanjut Windiarto, memiliki cara pandang bahwa dalam konteks politik, kepemilikan kuasa dan ketiadaan kuasa dalam batas dan keadaan tertentu bisa sama-sama berbahaya karena memiliki dampak besar terhadap kehidupan.

“Kepemilikan kuasa yang berbahaya dalam batas dan keadaan tertentu itu berangkat dari aksioma Power tends to corrupt, and power absolutely tends to corrupt absolutely, hingga hari ini Pak Amin tetap konsisten memberikan kritik terhadap kehidupan politik di level nasional dan internal partai yang di didirikannya, PAN,” urainya.

Demikian sebaliknya, terang Windiarto, ketiadaan kuasa pada seseorang atau masyarakat yang bisa membawa pada keadaan pasrah hingga ketiadaan kemauan, daya dan kreatifitas untuk melakukan perbaikan dan kemajuan, adalah sama berbahayanya bagi kehidupan manusia tersebut.

“Pak Amien masih konsisten hingga kini untuk mendorong terbukanya ruang-ruang partisipasi dan kontrol dalam kehidupan politik baik di level nasional maupun internal PAN,” tandasnya.

Seharusnya, kata Windiarto, Bara Hasibuan mampu menangkap bahwa gagasan Amien Rais itulah yang menjadi pandu dan bisa menggerakkan serta menggugah kesadaran sebagian besar kader PAN mengikuti jejak dan langkah Amien Rais untuk mendorong perbaikan dan kemajuan dalam perjuangan politik PAN di masa mendatang.

Windiarto justru melontarkan pertanyaan balik, “Adakah kesadaran ideologis dan eskatologis serupa juga di miliki oleh Bara Hasibuan cs, yang saat ini tengah mengalami rabun ayam dan miskin gagasan dalam mendorong perbaikan dan kemajuan bagi perjuangan politik di masa mendatang? Mungkin mereka sedang mengidap penyakit parkinson akut, ciri-cirinya sering mengalami tremor, ngomong ngelantur, dan gerakannya melambat,” pungkas Windiarto.//cw

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.