Survei iPol: Kelompok milenial jadi kunci kemenangan kandidat di Pilgub Jatim

Amanat – Hasil survei IT-Riset Politic Consultant (iPol) Indonesia memaparkan sebuah data yang cukup menarik terkait peran generasi milenial dalam pilgub Jatim.

Hasil survey menyebutkan jika dari 4.413 share post di media sosial dalam rentang 1 Agustus-31 Oktober 2017, perbincangan tentang Khofifah mencapai 29.806 postingan. Disusul Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan 16.151 postingan dan La Nyalla M Mattalitti dengan 559 postingan.

Menurut CEO iPol Indonesia, Petrus Hariyanto, mayoritas warganet yang membicarakan soal pilgub jatim di media social adalah mereka yang berusia antara 18-35 tahun, termasuk dalam kelompok milenial. “Sosok Gus Ipul yang berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas (bupati Banyuwangi) dibicarakan sebanyak 51,3 persen, Khofifah 50,5 persen, dan La Nyalla 55,9 persen,” terang Petrus.

Tak sekedar memperbincangkan, mereka ternyata juga mencari tambahan informasi perihal para calon gubernur yang bakal berlaga di pilgub Jatim.  Menurut  Petrus, sebagai pemilih rasional, kelompok millenial cederung lebih cerdas dengan melakukan analisa berdasarkan pertimbangan komentar publik.

“Mereka bersosialisasi secara word of mouth atau getok tular. Dalam bersosialisasi membahas Pilgub, mereka cenderung kritis terhadap kandidat, dan langsung menganalisis rekam jejak kandidat. Menariknya, semua dilakukan lewat akses mobile internet,” tandasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, menurut Petrus, saat ini di Jawa Timur terdapat sekitar 13 juta pengguna Facebook (FB), dengan rentang usia yang paling aktif berselancar adalah usia 17-35 tahun. “Generasi Y ini aktif memantau informasi akun FB dan membicarakan kandidat Pilgub Jawa Timur secara intens, serta membandingkan apa saja yang dilakukan para kandidat termasuk rekam jejaknya,” terangnya.

“Rekam jejak menjadi kata kunci kandidat. Jadi jangan harap para pemilih millenial ini akan terpesona dengan janji manis yang ditawarkan. Sebab sebagai pemilih rasional, kaum millenial lebih cerdas dalam menentukan pilihan,” pesan Petrus.

Pemilih millenial, diprediksi bakal menjadi kunci kemenangan kandidat yang maju di Pilgub Jawa Timur 2018. Jika para calon mampu mengambil hati generasi Y, tentu sangat menguntungkan. //CW

Tinggalkan Balasan