Sosialisai Keamanan Pangan, Ir. Riski Sadig: Di Bulan Suci, Umat Mengharapkan Semua Makanan Sehat & Halal

amanat.news  – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya menggelar sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) serta pengawasan keamanan pangan di Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri.

Turut menghadiri acara ini, Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PAN, Ir H Ahmad Riski Sadig.

Di hadapan 500 peserta sosialisasi, Riski Sadig menandaskan bahwa pada masa menjelang puasa sampai menjelang lebaran sering  beredar bermacam bahan makanan oplosan atau kadaluwarsa, karena memanfaatkan momen tingginya permintaan.

DSC05114 - Sosialisai Keamanan Pangan, Ir. Riski Sadig: Di Bulan Suci, Umat Mengharapkan Semua Makanan Sehat & Halal
Kepala BBPOM Surabaya, Drs Sapari, Apt, M.Kes, (kiri) bersama anggota Komisi IX DPR RI, Ir. A Riski Sadig (tengah) dan anggota DPRD Kota Kediri, Reza Darmawan

Menurut Riski sadig, pada hari suci nan istimewa , umat Islam pasti mengharapkan semua produk konsumsi yang lebih sehat, lebih segar, dan tentu halal.

“Untuk itulah pemerintah meningkatkan pengawasan dan pengamanan produk konsumsi, lebih-lebih seiring dengan meningkatnya permintaan selama puasa dan lebaran. Untuk itu, pembekalan atau sosialisasi seperti yang kita lakukan hari ini menjadi sangat penting bobotnya, agar masyarakat makin bertambah pengetahuannya perihal keamanan pangan,” tandasnya.

Dengan pemahaman dan pengetahuan yang lengkap, Riski Sadig berharap masyarakat lebih selektif dalam memilih bahan pangan dan obat-obatan yang dikonsumsi dalam keseharian. “Jangan hanya mempertimbangkan selisih harga yang lebih murah namun mengorbankan kesehatan diri sendiri,” ujar anggota DPR RI yang berangkat dari Dapil VI Jawa Timur ini.

Hal yang sama disampikan Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya, Drs Sapari, Apt, M.Kes, yang mengungkapkan jika masyarakat selektif dalam memilih makanan dan obat-obatan maka akan dapat mencegah diri dari berbagai penyakit akibat mengkonsumsi bahan pangan berbahaya.

“Namun, hal itu tergantung dengan gaya hidup, jika ingin hidup sehat, maka konsumsilah makanan yang sehat pula,” katanya.

Menurutnya melalui sosialisasi dan penyuluhan seperti ini dianggap merupakan salah satu cara agar masyarakat memahami dampak bahaya penggunaan bahan kimia dalam makanan dan obat yang tidak sesuai takaran.

“Dan kalau ada kecurigaan dan menemukan obat dan makanan berbahaya segera hubungi dinas kesehatan dan BBPOM, dan juga kalau ada yang menawarkan obat secara perorangan jangan mau apa lagi tidak kenal dengan orangnya,” tambahnya. //cw

Tinggalkan Balasan