Serunya karapan sapi brujul probolinggo

Amanat – Petani di Kota Probolinggo mempunyai cara unik untuk merayakan panen tiba. Mereka menggelar tradisi kerapan sapi brujul, sebagai salah satu cara untuk bersilaturahmi antar petani.

Karapan ini berbeda dengan karapan sapi merah di pulau Madura, karena menggunakan sapi pembajak sawah. Lintasan atau sirkuitnya juga bukan lapangan, seperti kerapan sapi pada umumnya. Namun, lintasannya adalah area persawahan yang dipenuhi lumpur, adapun jaraknya sekitar 100 meter saja. Ini menjadi tontonan warga setempat.

Karapan Sapi Brujul - Serunya karapan sapi brujul probolinggoSapi brujul, yakni sapi jantan dan betina kampung yang sehari-hari biasa dimanfaatkan untuk membajak sawah.

Layaknya karapan sapi di Madura, peserta kerapan brujul juga merawat sapi-sapinnya sedemikian rupa sebelum bertanding. Mereka akan memberi ramuan-ramuan jamu untuk persiapan dan melakukan banyak latihan menjelang pertandingan digelar.

“Sehingga sapi yang mengikuti perlombaan ini dipastikan memiliki kualitas yang cukup baik. Sebelum ikut lomba dilatih dan diberi jamu-jamuan,” kata Edi Jembrot, salah satu pemilik sapi kerapan brujul.

ec960081ee9638e1d6b6c8d5ada989ffdb1bf5ae - Serunya karapan sapi brujul probolinggoAwalnya, gelaran karapan sapi brujul ini dilakukan secara sederhana oleh komunitas petani. Namun saat ini, karapan sapi brujul justru banyak dikenal masyarakat, karena telah mengikuti berbagai festival pada event budaya.

Saat ini karapan sapi brujul menjadi salah satu destinasi tujuan wisata yang dapat mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah dan luar negeri. //CW

 

Tinggalkan Balasan