Sembilan program unggulan Khofifah – Emil untuk memuliakan warga Jatim

Amanat – Usai mendapatkan penetapan nomor urut 1, pasangan Cagub-Cawagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak langsung bergerak memulai kerja-kerja pemenangan.

Keduanya baru saja meluncurkan Nawa Bhakti Satya berisi sembilan program di rumah aspirasi warga Jatim. Nawa Bhakti Satya memiliki makna sembilan program prioritas yang dibaktikan untuk memuliakan warga Jawa Timur.

Nawa Bhakti Satya itu terdiri dari 9 bhakti atau program kerja yang akan dilakukan Khofifah-Emil jika terpilih memimpin Jatim 5 tahun ke depan.

Bhakti 1 adalah Jatim Sejahtera yang orientasinya untuk pengentasan kemiskinan menuju keadilan dan kesejahteraan sosial.

Bentuknya berupa PKH Plus untuk penduduk miskin 38 kab/kota, 664 kec, 5674 desa dan 2827 kelurahan. Selain itu, disabilitas, lansia terlantar, perempuan kepala keluarga rentan. “Kemudian mengurangi beban 26 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan subsidi provinsi anggaran ini akan meningkat mengikuti peningkatan pendapatan APBD Provinsi Jatim,” ujar Gus Han.

Bhakti 2 yakni Jatim Kerja. Fokusnya pada millineal Job Center dengan cara memberikan job training, pendidikan vokasi, membantu starting up usaha, membantu promosi bagi usahawan muda, dan membantu pembiayaan usaha pada tahap awal usaha. Lalu membuat Dream Team Science Techno Park/ STP (5 -10 anak SMK dan 2-4 anak D3/S1), membentuk STP bagi kelompok rintisan usaha di berbagai daerah.

“Selain itu juga menggunakan Belanja Inovasi Daerah (Belanova), memberikan jaminan bagi produksi dan distribusi produk-produk inovasi anakmudamelalui informasi super koridor di 5 bakorwil yang ada di Jatim,” terang Gus Han, juru bicara tim pemenangan Khofifah – Emil.

Bhakti 3 adalah Jatim Cerdas dan Sehat dengan fokus pada pendidikan dan kesehatan gratis berkualitas. Bentuknya bermacam-macam, misalnya Tis-Tas (gratis dan berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap.

Selanjutnya ada tunjangan PKL SMK jurusan prioritas (kelautan, teknologi pertanian, pariwisata), program Desa Sehat untuk memperkuat layanan kesehatan pedesaan.

Memperkuat RSU Provinsi di Madiun, dan memperkuat RS rujukan Madura dan Tapal Kuda, serta memberikan akses pendidikan berbasis pesantren bagi anak petani, anak nelayan, anak buruh, anak yatim dan anak yatim piatu yang kurang mampu.

Selanjutnya Bhakti 4 adalah Jatim Akses yang diperioritaskan untuk membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar. Turunannya berupa pembangunan Kawasan Lingkar Wilis, Lingkar Bromo, Lingkar Ijen, Gerbang Kertasusila, Koridor Maritim Pantura Jawa- Madura, Koridor Maritim Selatan Jawa.

Selain akses darat, akses laut juga diperhatikan melalui pembangunan dermaga perintis pulau-pulau Sumenep, penguatan layanan transportasi laut pulau Bawean, pengembangan pesisir selatan. “Pembangunan akses jalur udara dilakukan dengan percepatan dan pengembangan bandara perintis,” ungkap Gus Han.

Bhakti 5 adalah Jatim Berkah, lanjut Gus Han dilakukan dengan cara memberi tunjangan kehormatan Imam Masjid di Kampung, Pesisir dan Pulau Terluar. Perluasan tunjangan kehormatan Hafidz dan Hafidzoh, penguatan peran Pondok Pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah hingga S2, membangkitkan kesetiakawanan sosial, kepahlawanan dan keperintisan.

“Selain itu juga mendorong kesalehan dan tanggung jawab sosial masyarakat dan dunia usaha. Membangun karakter masyarakat yang berbasis nilai-nilai kesalehan sosial, budi pekerti luhur,” tuturnya disambut anggukan dari ibu-ibu yang hadir di Rumah Aspirasi.

Selanjutnya, Bhakti 6 yaitu Jatim Agro diprioritaskan untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan. Program turunnnya berupa menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi dan tabungan pangan, asuransi petani, restrukturisasi produk pertanian.

“Jatim Agro juga akan menjadikan sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan dan penguatan SDM pertanian dan GAPOKTAN serta mengembangkan kawasan pertanian terpadu berskala Nasional,” beber pria berparas ganteng ini.

Bhakti 7 adalah Jatim Berdaya yang diprioritaskan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM, koperasi, dan mendorong pemberdayaan pemerintahan desa. Programnya bermacam-macam, seperti One Village One Product One Corporate & Agropolitan, Communal Branding untuk UMKM, Supply and Demand Channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, serta menumbuhkembangkan koperasi perempuan, petani dan nelayan dan perdagangan antar pulau

Kemudian Bhakti 8 yakni Jatim Amanah dengan tujuan menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, efektif dan anti korupsi. Caranya dengan membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handling system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, perluasan dan pelayanan berbasis IT.

Terakhir, kata Gus Han, Bhakti 9 adalah Jatim Harmoni dimaksudkan untuk menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup. Program derefatifnya meliputi pariwisata partisipatoris, integrasi museum perpusda dan galeri seni, ruang kebinekaan, seni tradisional, clean industries, green city, halal tourism, 51 titik potensi ESDM, dialog antar budaya (seni, seniman dan budayawan) maupun dialog Intern dan antar umat beragama.

“Nawa Bhakti Satya itu seperti doa kita setiap hari yaitu Robbana Atina Fiddunya Hasanah Wafil Akhirati Hasanah Waqina Adzabannar. Minta kebahagiaan di dunia dan di akhirat,” tandas Khofifah memungkasi rilis program Nawa Bhakti Satya tersebut./CW

Tinggalkan Balasan