Selamat Jalan Sang Senator AM Fatwa

Amanat – Partai Amanat Nasional (PAN) telah kehilangan seorang tokoh sekaligus pendiri partai berlambang Matahari, DR (HC) Andi Mappetahang Fatwa (AM Fatwa) DPD RI telah meninggal dunia diusia 78 tahun, tepat pukul 06.25 Wib di rumah sakit MMC (14/12). Pemakaman akan dilakukan di Taman Makam Pahlawan Kalibata seusai shalat dzuhur, pemberangkatan dari rumah duka di Jl Condet Pejanten Jakarta.

Berita meninggalnya sang senator berawal dari pesan singkat dari Dian Islamiaty Fatwa putri AM Fatwa melalui pesan singkatnya yang dikirim ke beberapa awak media termasuk media sosial. “Innalilillahi Wan Inna Ilaihi Rojiun. Telah meninggal ayahanda AM Fatwa pukul 06.25 di rumah sakit MMC,” ujar Dian melalui Whatsappnya. “Saya berharap semua pihak dapat memaafkan kesalahan almarhum semasa hidupnya,” pinta Dian. “Mohon dibukakan pintu maaf dan mudah-mudahan ayah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tambahnya.

AM Fatwa semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 1999-2004 dan juga Wakil Ketua MPR RI periode 2004-2009, serta  banyak jabatan lain, baik di partai maupun di organisasi massa khususnya organisasi Islam, bahkan kekritisanya terhadap pemerintah, pria kelahiran Bone Sulawesi Selatan ini sempat menjadi tahanan Orde Baru sebagai tokoh utama tragedi Tanjung Priok.

Sepeninggalnya AM Fatwa tidak hanya PAN yang merasa kehilangan, tetapi Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia pada umumnya juga merasa kehilangan, karena beliaulah termasuk tokoh reformasi yang turut menggulingkan rezim Orde Baru dan terus memperjuangkan keadilan bagi semua rakyat Indonesia.

penutupan kongres pan AM FATWA 300x182 - Selamat Jalan Sang Senator AM Fatwa
Semasa hidupnya AM Fatwa (Kanan) bersama tokoh PAN Zulkifli Hasan, Amien Rais dan Soetrisno Bachir

Sebagaimana disampaikan Haidar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, merasa kehilangan tokoh pejuang yang gigih dan melintas generasi. “Pak Fatwa dekat dengan angkatan muda dan bergaul dengan siapa saja. Dalam perjuangan umat Islam beliau dikenal tegas dan kadang keras, tetapi fleksibel dan pandai berakomodasi atau bernegosiasi jika hal itu menyangkut strategi dan tidak keluar dari prinsip,” kata Haedar.

“Seluruh jajaran DPW PAN Jatim turut berbela sungkawa, semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan diampuni semua dosa-dosanya, kami siap melanjutkan perjuangan beliau (AM Fatwa), karena beliau sosok inpirasi yang mambu mendorong kita semua untuk bisa lebih maju,” ujar A Basuki Babussalam sekretaris DPW PAN Jatim mewakili pengurus lainya.  (TJ/BS)

 

 

Tinggalkan Balasan