
Rijanto-Beky: Bangkit Bersama Menuju Kabupaten Blitar Gemilang
โNgrakit balung nyusun peta anyar, kadang lampah lawas dadi pituduh anyar.โ
Di bawah langit Blitar yang penuh sejarah, sebuah babak baru dalam drama politik tengah digelar. Kabupaten yang dikenal dengan hamparan hijau sawah dan jejak sejarah panjang ini kini dihadapkan pada pertarungan politik yang penuh intrik, ambisi, dan harapan.ย
Di medan Pilkada 2024, dua sosok lama kembali saling bertarung untuk memperebutkan kursi Bupati Blitar. Rijanto, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mantan birokrat dan Bupati Blitar2016-2021,ย kini menggandeng Beky Hendriansyah atau Haji Beky,ย pengusaha sukses yang dielu-elukan sebagai “crazy rich” dari tanah Blitar dan dikenal sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN). Mereka menyebut pasangan mereka dengan nama โRIZKYโ โ singkatan dari Rijanto dan Beky.ย
Di sisi lain, Rini Syarifah atau yang akrab disapa Mak Rini, petahana yang pernah mengalahkan Rijanto, kini tampil bersama politikus muda Abdul Ghoni. Dua kutub ini bersiap kembali beradu gagasan, visi, dan strategi, mencoba merangkul hati rakyat Blitar yang dinamis dan penuh kejutan.
Menerawang Kekuatan di Tengah Pusaran Dukungan
Rijanto bukanlah nama baru di kancah politik Kabupaten Blitar. Sosoknya telah mengakar dalam ingatan masyarakat sebagai pemimpin yang teguh meniti karier dari bawahโseorang camat yang kemudian merangkak naik menjadi kepala dinas hingga akhirnya menduduki kursi Bupati.ย
Kepemimpinannya di era sebelumnya dikenal melalui upaya penguatan sektor pertanian dan pembangunan infrastruktur, sebuah modal yang dianggap kuat untuk kembali mencalonkan diri. Namun, kali ini Rijanto tidak lagi datang dengan pasangan lamanya, Marhaenis U.W. Ia memilih menggandeng Haji Beky, seorang pengusaha muda yang dikenal dekat dengan Gus Iqdam, pendakwah milenial dengan pengaruh besar.
Haji Beky adalah sebuah simbol inovasi di tengah konservatisme politik. Sosoknya yang berani, flamboyan, dan dekat dengan dunia bisnis menawarkan harapan segar bagi Kabupaten Blitar. Beky, dengan latar belakang bisnis yang mengesankan dan kedekatannya dengan Gus Iqdam, membentuk gambaran ideal seorang pemimpin masa depan yang cerdas dan berwawasan luas.ย
Bagai bintang jatuh yang membelah langit, Beky menawarkan semangat baru dan energi positif untuk membangun Blitar yang lebih maju. Di tengah persaingan politik yang keras, kehadiran Beky ibarat angin segar yang membawa aroma kebangkitan ekonomi melalui jejaring bisnis dan semangat kewirausahaan.
Namun, duet ini bukan hanya tentang Rijanto dan Beky. Di balik mereka berdiri koalisi partai yang beraneka warna. PAN, partai yang kerap diasosiasikan dengan pemilih Muslim modern, menjadi kekuatan penting dalam koalisi ini. PAN, dengan mesin politik yang terlatih di akar rumput, adalah sekutu yang mampu menyentuh masyarakat desa hingga kota, menyatukan suara dari masjid-masjid hingga pasar-pasar.ย
Dukungan PAN berarti memperluas jangkauan suara Rijanto-Beky, menembus basis-basis pemilih tradisional PDIP dan menarik hati pemilih yang lebih religius serta pragmatis. Dalam alur politik Blitar, PAN berperan sebagai penyemangat yang membawa ritme baru, memaksimalkan potensi suara dan menggerakkan mesin politik dengan semangat yang membara.
Menembus Kabut Tantangan di Tanah Blitar
Namun, jalan menuju Pendopo Ronggo Hadi Negoro, pusat kekuasaan Kabupaten Blitar, bukanlah jalan yang lapang dan bebas rintangan. Di seberang pertarungan ini, Mak Rini, sang petahana, tetap berdiri kukuh.ย
Dengan menggandeng Abdul Ghoni, politikus muda dari PSI, Mak Rini mengukuhkan dirinya sebagai figur pemimpin yang berupaya menyatukan pengalaman dan semangat baru. Ghoni, dengan latar belakang politik dan dukungan generasi muda, menjadi tandem yang menjanjikan dalam meraih simpati pemilih milenial.
Koalisi Mak Rini-Ghoni tak kalah gemuk. Didukung oleh PKB, Gerindra, Golkar, Demokrat, PPP, PKS, dan PSI, mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk menyapu suara dari berbagai penjuru. Dalam politik, koalisi besar ibarat kapal perang dengan armada lengkap; siap berlayar menghadapi ombak dan badai.
Dukungan dari berbagai partai besar ini menjadi ujian berat bagi Rijanto-Beky. Dengan kekuatan logistik dan jaringan politik yang luas, Mak Rini dapat mengoptimalkan sumber daya koalisi untuk mempertahankan kursi yang telah didudukinya.
Tantangan lain bagi Rijanto-Beky adalah memecah kebekuan di antara para pemilih yang jenuh dengan pertarungan lama. Bagi sebagian masyarakat Blitar, kembalinya dua wajah lama ini adalah seperti menyaksikan drama yang diulang di layar perak, di mana penontonnya mendambakan akhir yang berbeda. Mereka menginginkan narasi baruโprogram yang lebih segar dan visioner, yang bisa menyulut asa dan menjawab keresahan mereka.
Blitar yang Terbelah dan Mencari Pemimpin Baru
Kabupaten Blitar adalah daerah yang kompleks, dengan dinamika sosial-politik yang berlapis-lapis. Sebagai kawasan agraris, Blitar masih sangat bergantung pada sektor pertanian dan usaha kecil-menengah.ย
Namun, geliat ekonomi tak hanya berhenti di situ. Potensi pariwisata dan industri kecil perlahan tumbuh, menjadi alternatif mata pencaharian dan sumber pendapatan daerah. Masyarakat Blitar yang dikenal pragmatis, kerap memilih pemimpin yang dianggap mampu menawarkan solusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan mereka.
Di sisi lain, Blitar adalah tanah yang kaya dengan sejarah panjang dan kesadaran politik yang kuat. Pemilih di sini tidak mudah termakan janji-janji kosong; mereka menuntut pemimpin yang tidak hanya pintar bicara, tetapi juga cakap bekerja.ย
Tantangan bagi Rijanto-Beky adalah meyakinkan mereka bahwa duet ini bukan sekadar kombinasi tua-muda yang menjual nostalgia dan kesegaran semu, tetapi benar-benar membawa solusi konkret untuk Blitar yang lebih baik.
Menganyam Asa dan Strategi untuk Menang
Dalam kancah politik Blitar yang bergelombang ini, Rijanto-Beky harus bergerak lincah seperti pedagang di pasar. Tahu kapan harus menarik dan kapan harus melepas.ย
Strategi yang berpusat pada pendekatan berbasis komunitas, keterbukaan, dan dialog langsung akan menjadi kunci dalam meraih simpati. Mereka harus mengoptimalkan kekuatan jaringan partai koalisi, termasuk PDIP dan PAN, yang bisa menjadi ujung tombak dalam menarik dukungan luas.
Di atas segalanya, visi dan misi yang jelas dan aplikatif harus dipaparkan dengan gamblang. Mengingat masyarakat Blitar adalah pemilih yang kritis dan berdaya nalar tinggi, pasangan ini harus mampu menghadirkan gagasan yang relevan dan menukik ke akar permasalahan sehari-hari warga.ย
Dari akses pasar untuk produk pertanian, peningkatan pelayanan publik, hingga peluang ekonomi bagi kaum muda. Seperti matahari yang membakar awan, Rijanto dan Beky harus mampu menerangi jalan menuju kemajuan yang cerah bagi Blitar.
Menanti Pemimpin Sejati
Pilkada Blitar 2024 ini bagai permainan catur yang penuh dengan gerak taktis dan strategi matang. Semua mata tertuju pada bagaimana Rijanto dan Haji Beky akan memainkan bidak-bidak mereka dengan nama โRIZKYโ yang gemilang.ย
Mampukah mereka merangkul harapan masyarakat Blitar yang menginginkan perubahan dan keberlanjutan sekaligus? Ataukah Mak Rini dengan segala kekuatan koalisi dan rekam jejaknya sebagai petahana tetap menjadi pilihan?
Memang hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: masyarakat Blitar mendambakan pemimpin yang tak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu bertindak sekaligus memiliki jejak sukses yang nyata.
Seperti pepatah Jawa yang mengatakan, โGusti ora sare,โ Tuhan tidak tidur. Demikian pula harapan masyarakat Blitar. Mereka menunggu pemimpin yang mampu menggenggam aspirasi mereka, menenun kebijakan yang berakar dari kebutuhan nyata, dan menjadikan Blitar sebagai tanah yang subur, baik secara ekonomi, sosial, maupun politik.ย
Rijanto dan Haji Beky, dengan sinergi antara pengalaman dan inovasi, berdiri di ambang peluang besar. Apakah mereka akan menjadi pelita yang menerangi jalan menuju Blitar yang lebih cerah? Jawabannya tentu bergantung pada mereka dan koalisi parpol pengusungnya, apakah bersedia cancut taliwondo, mengukir nasib di panggung politik Kabupaten Blitar.
—-
*) Khairul Fahmi, pemerhati isu strategis, Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS)