Prabowo Tegaskan Sikapnya Soal Khilafah di Hadapan Keluarga Gus Dur

Amanat.news – Calon Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (13/9) lalu melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman keluarga almarhum Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ciganjur, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Keluarga Gus Dur melontarkan perntanyaan aapakah Prabowo mendukung gerakan yang akan mengubah Pancasila dan mendukung sistem khilafah.

Prabowo pun menegaskan, bahwa dirinya sebagai prajurit TNI, sumpahnya adalah membela Tanah Air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Dia menilai, propaganda yang menyebutkan dirinya pro terhadap sistem khilafah merupakan isu yang picik dan berbahaya. Karena, menurutnya, rakyat bisa terhasut dengan propaganda itu.

Prabowo mengatakan, dirinya ingin menegakkan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, bukan Pancasila dan UUD 1945 dipakai sebagai mantra, tapi dijalankan.

23ke1eprabowo ziarah ke makam pendiri nu di jombang - Prabowo Tegaskan Sikapnya Soal Khilafah di Hadapan Keluarga Gus Dur
sebelumnya, Prabowo juga melakukan ziarah ke makam pendiri NU dan Gus Dur di Jombang

Prabowo yakin, jika Pancasila dan UUD 1945 dijalankan dengan benar maka ekonomi Indonesia akan kuat.
Prabowo menjelaskan, setelah keluar dari tentara, dirinya melanjutkan perjuangan dan pengabdian melalui partai politik. Partai Gerindra tempat dia bernaung pun memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) berasaskan Pancasila dan sumpah kader untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945.

“Jadi saya sudah berkali-kali mempertaruhkan nyawa untuk Pancasila dan NKRI, tidak mungkin saya akan keluar dari sistem Pancasila dan NKRI,” ujarnya, tegas.

Bakal capres yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu juga menegaskan, bahwa dirinya nyaman dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan kelompok Islam moderat yang berdiri di atas tradisi Indonesia. NU dan kalangan Islam moderat, juga dinilainya dan menghormati semua agama, ras, suku, dan budaya.

Istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid berpesan agar Pemilu 2019 dijadikan ajang kerukunan bagi semua anak bangsa, bukan sebagai ajang saling hujat atau menjelek-jelekan dan mencaci maki sesama anak bangsa. Sinta menilai, tujuan pemilu adalah membangun NKRI dan merekatkan tali persaudaraan.

Sinta juga mengungkapkan jika keluarga Prabowo dengan keluarga Gus Dur sangat dekat dan kedekatan itu sudah terjalin sejak lama.

Dia menceritakan, orang tua Prabowo sangat mengagumi sosok Wahid Hasyim sehingga memberi nama Hasyim kepada salah satu anaknya, yaitu adik Prabowo diberi nama Hasjim Djojohadikusumo.//cw

Tinggalkan Balasan