Sab. Agu 15th, 2020

Positif Corona Bertambah, Satgas Segera Lakukan Tracking Orang Beresiko

2 min read
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa 2 - Positif Corona Bertambah, Satgas Segera Lakukan Tracking Orang Beresiko

Amanat.news – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan update jumlah kasus positif COVID 19 di Jawa Timur hingga Rabu (18/3) bertambah menjadi delapan.  

“Saya sampaikan up date nya per hari ini jumlah ODP ada sebanyak 29 orang, sedangkan yang PDP ada 11 orang. Sedangkan hasil swap positif seperti yang saya sampaikan kemarin ada 6 yang diperiksa di TDC Unair, lalu ada lagi 2 positif yang diperiksa di Litbangkes Kemenkes,” kata Khofifah, dalam konferensi pers di Grahadi.

Setelah semalam diumumkan sebanyak 6 kasus positif covid-19, siang ini , Rabu (18/3/2020), Khofifah menyebutkan bahwa kasus positif covid-19 bertambah dua orang menjadi delapan orang.

“Saya sampaikan up date nya per hari ini jumlah ODP (Orang Dalam Pantauan, red) ada sebanyak 29 orang, sedangkan yang PDP (Pasien Dalam Pantauan) ada 11 orang. Sedangkan hasil swap positif seperti yang saya sampaikan kemarin ada 6 yang diperiksa di TDC Unair, lalu ada lagi 2 positif yang diperiksa di Litbangkes Kemenkes,” kata Khofifah, dalam konferensi pers di Grahadi, Rabu (18/3) siang.

Ia menyebutkan bahwa ada enam spesimen positif yang ditemukan dari hasil tes di Institut of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga. Enam orang ini lah yang disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto.

Dari delapan kasus tersebut, ada satu kematian yang dikonfirmasi positif COVID-19 yang merupakan kasus 02 dari Kabupaten Malang. Pasien kasus 02 meninggal sebelum hasil laboratiorium dikeluarkan. Kasus tersebut disertai dengan Komorbid DM dan Jantung.

Namun setelah pasien tersebut meninggal di rumah sakit Kabupaten Malang, hasil laboratorium Balitbangkes Kemenkes baru keluar.

“Dari pasien positif covid-19 yang meninggal satu orang di Malang,” kata Khofifah.

Khofifah menegaskan bahwa saat ini tim gabungan tengan melakukan tracking menjangkau mereka yang ditentukan sebagai orang berisiko karena melakukan kontak langsung dengan pasien positif covid-19.

“Ada sebanyak 30 orang dari tim reaksi cepat Dinas Kesehatan ditambang dengan 1.600 orang dari Dinas Sosial dan dibantu juga dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat supaya bisa menjangkau orang berisiko untuk kita lakukan isolasi,” tandasnya.

Menurut Khofifah tracing dilakukan per hari ini. Pihaknya juga sudah mengirimkan surat edaran ke puskesmas, puskesmas pembantu, ponkesdes, dan juga polindes untuk membuat posko agar masyarakat bisa mudah mendapatkan konfirmasi jika mereka ingin mendapatkan informasi kondisi mereka misalnya batuk, flu atau demam.

“Yang ingin kami tegaskan, isolasi bukan alinasi. Isolasi diri bukan artinya mereka diasingkan. Tapi dalam konteks supaya mereka bisa diobservasi minimal 14 hari masa inkubasi covid-19,” tegas Khofifah.//

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.