Kam. Feb 20th, 2020

Pesan dari Silaturahmi PAN Jatim ke PWM Jatim; Kongres Harus Menyejukkan dan Menyatukan

2 min read
DSC00542 - Pesan dari Silaturahmi PAN Jatim ke PWM Jatim; Kongres Harus Menyejukkan dan Menyatukan

Amanat.news – DPW PAN Jatim melakukan kunjungan silaturahmi ke Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, pada Jumat (24/1) siang.

“Agenda utamanya adalah silaturahmi. Agenda berikutnya adalah sharing dan diskusi terkait kondisi politik terkini dan program kerja yang akan dilaksanakan PAN,” ujar H Masfuk, Ketua DPW PAN Jawa Timur.

Masfuk menambahkan bahwa silaturahmi dan komunikasi antara PAN dan Muhammadiyah memang menjadi hal penting yang harus terus dijaga.

“Jejak historis PAN memang tak bisa dilepaskan dari Muhammadiyah. Komunikasi seperti ini sangat perlu, agar kami mendapatkan masukan terkait dengan langkah-langkah politik yang akan diambil oleh PAN Jawa Timur pada beberapa agenda politik mendatang,” tandas Masfuk.

Selain membicarakan pelaksanaan pilkada di beberapa daerah di Jawa Timur, sharing dan diskusi juga membahas Kongres PAN yang rencananya akan digelar bulan Februari mendatang.

“Terkait pelaksanaan Kongres PAN. Kami sangat berharap, para tokoh PAN bisa menjaga kondusifitas untuk tidak mengeluarkan statement saling menyerang dalam menggalang dukungan. Karena efeknya bisa sampai ke warga Muhammadiyah. Mereka bisa kebingungan dan bahkan membawa efek polarisasi,” ujar Prof Thohir Luth, Wakil Ketua PWM Jatim.

Ketua PWM Jatim Dr M. Saad Ibrahim juga menandaskan hal yang sama bahwa kedamaian dan kerukunan harus tetap menjadi hal utama yang dijaga. Menurutnya, Kedamaian akan tercipta jika setiap proses politik berlandaskan nilai agama dan kearifan lokal.

Lebih lanjut, Dr Saad Ibrahim menyatakan bahwa PWM Jatim ingin menghadirkan pemahaman politik nilai dengan harapan bisa menjadi rujukan semua proses politik di Indonesia.

“Politik nilai adalah politik yang dipandu oleh nilai-nilai yang digariskan Allah SWT. Konstituen sebagai pemegang suara punya peran penting, tapi peran terpenting adalah panduan Allah SWT. Selama kita tetap berada pada jalur panduan Allah maka akan selamatlah politik nilai kita,” terangnya.

Dr Saad Ibrahim menyebutkan, jika di masa-masa awal pembentukan partai di masa lalu, partai masih memiliki basis ideologi yang jelas.

Namun, belakangan partai cenderung menjadi partai yang cenderung pragmatis tanpa pernah memberikan tawaran pemikiran alternatif yang diproduksi dari ideologi masing-masing partai.

Oleh karenanya, menurut Dr Saad Ibrahim, bagi Muhammadiyah cukup bisa mendorong PAN menjadi partai yang mampu memberi jaminan tegaknya nilai keadilan, mampu amanah, berpihak kepada yang lemah dan mampu memproyeksikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar serta dirahmati oleh Allah.

“Kekuasaan bisa berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang diperjuangkan Muhammadiyah sudah lebih dari cukup bagi kita. Muhammadiyah tidak bicara dapat apa dan berapa dari penguasa. Karena Muhammadiyah itu sudah besar dan mandiri. Insya Allah Muhammadiyah sudah mandiri,” katanya.

Dari hal itu, menurut Dr Saad Ibrahim, peran sentral pemimpin menjadi sangat penting.

“Pemimpin harus mampu menunjukkan kejelasan dan konsistensi dalam bersikap. Karena masyarakat kita masih melihat politik itu sebagai hal hitam- putih,” tandasnya.

Beberapa pengurus PWM Jatim turut mendampingi Ketua PWM Jatim Dr M. Saad Ibrahim dalam menerima silaturahmi DPW PAN Jatim tersebut, diantaranya Dr dr Sukadiono (Bendahara) dan Ir Tamhid Masyhudi (Sekretaris). Hadir pula Wakil Ketua PWM Jatim seperti Dr Syamsuddin, Nadjib Hamid MSi, Prof Thohir Luth, Nur Cholis Huda,  Prof Achmad Jainuri. Dan M. Sulthon Amien, MM.//cw

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.