Pesan almarhum Bondan ‘maknyus’ Winarno : Jangan mentang-mentang suka, terus diforsir

Amanat – Wartawan senior yang juga pakar kuliner, Bondan Winarno, wafat di RS. Harapan Kita, Rabu (29/11/2017) pagi. Sosok yang terkenal dengan ungkapan ‘pokok’e maknyus’ ini meninggal dalam usia 67 tahun karena gagal jantung.

Beberapa tahun lalu, saya beruntung pernah mewawancarainya dalam sebuah kesempatan acara kuliner di Surabaya. Saat itu, Bondan banyak berbagi tips dan pengalamannya tentang menjaga kesehatan tanpa berpantang makanan.

Saya penasaran dengan padatnya aktivitas syuting acara wisata kuliner yang membuatnya harus sering mencicipi banyak jenis makanan. Pertanyaan pun muncul ‘apa ia tidak takut terkena penyakit karena makanan-makanan itu?”

“Yang penting adalah know your food, tahu tentang makanan yang saya makan itu, kandungan gizi, dan batas-batasnya,” jawabnya kala itu.

Dengan caranya itu, Bondan tidak pernah memiliki pantangan terhadap hidangan apapun. Namun dia sangat memerhatikan kandungan gizi dan seberapa kebutuhan tubuhnya terhadap gizi makanan tersebut.

Angka kebutuhan nutrisi atau zat gizi dasar itu di dunia internasional dikenal dengan istilah Recommended Daily Allowance (RDA). Bagi Bondan, dengan mengetahui RDA, dirinya bisa menakar berapa banyak, misalnya sate atau ikan, yang bisa ia santap.

“Jangan mentang-mentang suka, terus diforsir,” imbuh pendiri komunitas kuliner Jalansutra tersebut.

Prinsip itu ia praktekkan dengan tidak menyantap menu-menu enak setiap hari. Makanan atau minuman yang tidak sehat juga dia hindari.

Selain itu, dia melakukan diet dengan cara mengombinasikan makanan. Hasilnya, Bondan tidak pernah menderita sakit atau terkena penyakit gara-gara makanan.

Bondan juga menjaga kesehatannya dengan melakukan detoks, membuang racun. Setiap enam bulan sekali, suami Yvonne Raket Winarno ini juga memeriksakan darahnya. Tak lupa, olah raga menjadi aktivitas rutin untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

Ia sadar, usianya yang hampir menginjak kepala enam, membuat tubuh dan metabolismenya tak sebagus saat masih muda.

Tentang kemampuannya menikmati semua jenis makanan, bapak tiga anak ini, juga mengungkap rahasianya. Pertama, open mind, bersikap terbuka terhadap berbagai makanan. Jangan terlalu fanatik dengan makanan tertentu, misalnya karena latar belakang primordial.

Kedua, kecerdasan lidah. Mampu membedakan enak atau tidak suatu masakan. Ini berhubungan dengan tingkat apresiasi seseorang yang diperoleh dari pengalaman kulinernya.

“Seseorang bisa mengapresiasi suatu makanan enak atau tidak, tentu diperoleh dari pengalamannya,” pungkasnya.

Bondan memang memiliki banyak tips bagaimana menjaga kesehatannya. Tapi rupanya Tuhan berkehendak lain. Selamat jalan, Pak Bondan. HK

Tinggalkan Balasan