Sen. Jul 6th, 2020

Pernyataan Sikap Pemuda Muhammadiyah Atas Penanganan Covid-19 di Surabaya

2 min read
polemik khofifah risma 2 mobil pcr kini sudah ambil sampel di surabaya WlzcZaRTPB - Pernyataan Sikap Pemuda Muhammadiyah Atas Penanganan Covid-19 di Surabaya

Amanat.news – Saat ini, Kota Surabaya tengah berjuang melawan COVID-19. Hingga 30 Mei 2020, total pasien positif Corona COVID-19 mencapai 2.495 orang. Jumlah tersebut menjadi jumlah tertinggi di Jawa Timur.

Sayangnya, di tengah kerja keras semua pihak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tersebut terjadi mis-komunikasi dan mis-konsolidasi antara Pemkot Surabaya dan Pemprov Jawa Timur hingga menjadi bahan gunjingan di tengah masyarakat.

“Tentu kami sangat menyayangkan hal tersebut. Sebab hal itu bisa memperburuk psikis dan emosional masyarakat karena terseret pada polarisasi perseteruan yang mengemuka,” tandas Achmad Rosyidi, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya dalam press release yang disampaikan kepada amanat.news.

Terkait hal tersebut, Pemuda Muhammadiyah Kota Surabaya mengajak kepada seluruh stakeholder dan pemangku kebijakan di jajaran Pemkot Surabaya maupun Provinsi Jatim untuk mengedepankan tabbayun dan musyawarah dalam menyikapi mis-komunikasi dan mis- konsolidasi yang terjadi ditengah-tengah upaya penanganan pandemi Covid-19.

“Tidak perlu lagi mempertontonkan atau melontarkan statement atau pernyataan yang emosional, kami percaya hal tersebut justru akan menghambat dan memperkeruh suasana dalam upaya penanganan Covid-19,” tandas Achmad Rosyidi.

Untuk itu, lanjut Achmad, ke depan kedua belah pihak harus bisa membangun sinergi yang maksimal dengan semua elemen sehingga muncul langkah bersama yang cepat dan tepat untuk menghentikan penyebaran virus corona.

“Kami berharap Pemkot Surabaya bisa lebih mengedepankan kinerja efektif dan tepat sasaran dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya,” ujar Cak Ros, sapaan Achmad Rosyidi.

Sebelumnya oleh beberapa pihak, Pemkot Surabaya sempat dianggap gagal dalam menangani pandemi covid-19 karena indikator data penyebaran pasien Covid-19 yang terus melonjak.

“Kami menganggap kinerja Pemkot Surabaya sudah dalam ruang-ruang kebijakan yang tepat, meskipun tidak luput dari evaluasi tentunya. Justru dalam konteks evaluasi tersebutlah dapat kita sinergikan bersama agar penanganan pandemi di Surabaya tidak hanya menjadi tugas Pemkot Surabaya, namun menjadi tugas kita bersama, seluruh stakeholder pemangku kebijakan di Surabaya dan seluruh elemen masyarakat,” papar Achmad.

Selama ini, lanjut Achmad Rosyidi, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Surabaya secara aktif melakukan pemantauan terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya dalam kaitan penanganan penyebaran Covid-19.

“Tentu, kami terus memantau kebijakan-kebijakan Pemkot agar tepat sasaran, Bansos dan rapid test juga kami amati apakah sudah tepat sasaran atau belum, jika belum kami siap membantu untuk menyampaikan ke Pemkot Surabaya,” tandasnya.

Karena itu, PD Pemuda Muhammadiyah Surabaya meminta Pemkot Surabaya untuk lebih fokus melaksanakan perannya dalam upaya memerangi penyebaran Covid-19.

“Tidak perlu tersulut dengan pihak-pihak yang mengganggu kinerja penanganan pandemi, sehingga semua menjadi tepat sasaran dan menumbuhkan rasa optimis kepada seluruh elemen masyarkaat. Saya kira Surabaya inikan kota pahlawan, artinya terkenal dengan jiwa-jiwa heroismenya,” pungkas Achmad Rosyidi.//

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.