Peristiwa 9/11 dan kenangan besar Imam Shamsi Ali di AS

Amanat – Presiden Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali, mengaku terus teringat peristiwa 16 tahun silam. Peristiwa yang berlangsung pada 11 September 2001, dan kemudian dikenal sebagai 9/11.
Bagi Imam Shamsi Ali, 9/11 adalah peristiwa besar. Sebab peristiwa itu telah mengubah wajah hubungan internasional dalam hampir semua dimensi. Hubungan politik dan diplomasi, ekonomi, bahkan budaya dan agama sekalipun.

“Ketika terjadi 9/11 itu saya diminta kota New York untuk mewakili saudara-saudara kita, komunitas Muslim dalam berbagai perhelatan dan acara kota/negara,” kata Imam Shamsi Ali.
Permintaan itu termasuk ketika Presiden George Walker Bush mengunjungi Ground Zero untuk pertama kali. Ia dan seorang imam Afro-Amerika, Ezekiel Pasha bersama beberapa pemimpin agama kota New York menjadi pendamping Bush.

mpr - Peristiwa 9/11 dan kenangan besar Imam Shamsi Ali di AS
Imam Shamsi Ali saat bertemu Ketua MPR DR (HC) H Zulkifli Hasan

Satu hal yang paling berkasan baginya adalah saat Amerika menggelar doa bersama di lapangan bisbol Yankee Stadium. Acara yang diinisiasi oleh pemerintah New York itu dihadiri oleh petinggi-petinggi Amerika dan kota New York. Lebih dari 70 ribu orang hadir di lapangan yang masyhur itu.

Imam Shamsi Ali kembali didaulat untuk menjadi wakil komunitas Muslim untuk membacakan doa secara Islam.
“Namun karena beberapa pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak membaca doa. Tidak pula menyampaikan pidato singkat,” jelas mantan Imam Masjid New York ini.

Ia lebih memilih membacakan beberapa ayat Al-Quran. Shamsi memilih ayat-ayat dari tiga tempat di Al-Quran. Satu ayat ia bacakan tetang universalitas Islam. Kedua, ayat tentang keadilan. Ketiga, ayat-ayat tentang pertolongan Allah dan kemenangan.

Pilihan pertama untuk menyangkal stigma yang mengatakan bahwa Islam itu adalah agama orang-orang Arab. Pilihan kedua untuk menyampaikan pesan bahwa kekerasan-kekerasan dunia, termasuk serangan 9/11, disebabkan oleh ketidakadilan dunia kita. Dan, pilihan ketiga untuk membangun optimisme dan harapan bahwa sekuat apapun rintangan, harapan itu selalu ada. Bahwa kemenangan itu adalah sesuatu yang dijanjikan kepastiannya.//CW

Tinggalkan Balasan