Panglima TNI mutasi puluhan perwira tinggi, wakasad dan kapuspen diganti

Amanat – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memutasi puluhan perwira tinggi (pati) TNI. Tidak kurang 91 pati dari matra darat, laut maupun udara diamanatkan mengisi jabatan baru.

Dalam keterangan pers TNI, disebutkan bahwa mutasi ini dalam rangka pembinaan organisasi TNI sekaligus mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang akan makin dinamis dan semakin berat. Selain itu, mutasi ini dan promosi ini di jajaran Pati TNI ini adalah upaya peningkatan kinerja TNI agar lebih optimal.

”Karena banyak yang pensiun, maka harus segera,” ungkap Gatot saat menjelaskan alasan di balik mutasi tersebut. Sebab menurutnya, tidak sedikit posisi penting ditinggalkan oleh pati yang sudah memasuki masa purnabakti.

Ada beberapa jabatan teritorial strategis dan nama populer mengalami pergeseran dan oleh beberapa pengamamat dipandang cukup menarik untuk dicermati. Misalnya Mayjen Hartomo, Kepala Bais TNI dimutasi ke posisi Komandan Pusat Teritorial TNI AD, sebuah Badan Pelaksana Pusat ditingkat Mabesad yang tugasnya menyelenggarakan fungsi terkait pembinaan teritorial.

Selama ini, pos Dan Pusterad memang tidak popular dan luput dari perhatian, meski lembaga ini punya peran penting dalam pemeliharaan kemampuan teritorial yang secara operasional dijalankan oleh struktur komando teritorial TNI AD dari tingkat KODAM hingga BABINSA. Beberapa pengamat menilai mutasi ini cukup menarik sebab seorang perwira intelijen dan eks pasukan khusus berada di pos yang bertanggungjawab menaungi pembinaan territorial.

fahmi e1509610233544 229x300 - Panglima TNI mutasi puluhan perwira tinggi, wakasad dan kapuspen diganti
Pengamat militer Khairul Fahmi. Mutasi di tubuh TNI masih akan berlanjut setidaknya masih akan dilakukan satu atau dua kali mutasi pati sebelum Gatot pensiun.

Nama lain yang juga banyak dikomentari oleh para pengamat adalah Tatang Sulaiman. Tatang dipromosikan menjadi Wakil KSAD. Beberapa pengamat menilai hal ini sebagai kejutan sebab perwira tinggi alumni Akmil 1986 ini relatif masih muda. Usianya 52 tahun. dan pernah menjabat Kepala Pusat Penerangan TNI pada tahun pertama masa jabatan Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Secara karier, Tatang cukup lengkap. Ia pernah bertugas di Aceh pada penghujung masa darurat militer, saat tragedi tsunami hingga terwujudnya perdamaian Helsinki. Ia juga pernah bertugas di Papua, daerah yang dianggap masih rawan konflik.

“Masa pensiun yang masih relatif jauh (sekitar 5 tahun) ditambah riwayat karier di bidang pendidikan dan penerangan, maka Wakasad Tatang Sulaiman bisa dikatakan telah diproyeksikan menjadi salah satu kandidat bintang empat. Tinggal melihat kiprahnya nanti, dan tentu saja siapa pengisi posisi Panglima Kostrad dan posisi-posisi bintang tiga pada mutasi mendatang,” tandas Pengamat Militer Khairul Fahmi kepada Amanat.

Nama lain yang juga cukup popular adalah Mayjen Wuryanto. Wuryanto memang populer belakangan ini. Ia menghiasi pemberitaan terkait TNI, khususnya Panglima TNI. Wuryanto berhasil menunjukkan diri sebagai juru bicara yang sigap berjibaku menjawab kegaduhan-kegaduhan yang melibatkan nama Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Mutasi yang dikakukan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ini menurut Khairul Fahmi masih akan berlanjut setidaknya masih akan dilakukan satu atau dua kali mutasi pati sebelum Gatot pensiun.

”Ini kan mutasi yang terjadi menjelang akhir masa jabatan (Gatot). Saya pikir kita masih akan melihat pemosisian team Gatot di posisi strategis masih akan terjadi,” terang pria yang akrab dipanggil Fahmi itu.//cw

 

Tinggalkan Balasan