PAN potensi bikin poros baru di luar Jokowi dan Prabowo

Amanat – Partai Amanat Nasional berpotensi membuat poros baru di luar poros pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo. Komunikasi politik dengan semua partai pun terus dijalin untuk mendiskusikan semua kemungkinan dan opsi terkait peta politik di Pilpres 2019.

“Saya pikir semua opsi terbuka sekarang ya, jadi sekarang kita buka jalur komunikasi seluas-luasnya,” kata Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno seperti dilansir sindonews seusai pertemuan dengan PKS dan Gerindra di kediaman Prabowo, Kamis (1/3/2018).

Karena membuka berbagai opsi, kata Eddy, PAN juga berkomunikasi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan dengan Prabowo. Dengan kata lain, PAN juga menjajaki komunikasi dengan pimpinan parpol lain di luar poros koalisi Jokowi dan koalisi Prabowo.

Poros baru di luar koalisi pendukung Jokowi dan Prabowo Subiyanto di Pilpres 2019 memang masih sangat terbuka lebar. Dengan patokan perolehan kursi parlemen dalam Pemilu 2014, dimungkinkan adanya tiga poros yang bisa mengusung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Saat ini setidaknya lima partai politik telah menetapkan untuk mengusung Jokowi pada Pilpres 2019. Kelima parpol tersebut adalah PDI Perjuangan (18,95%), Golkar (14,75%), NasDem (6,72%), Hanura (5,26%), dan PPP (6,53%). Dari dukungan lima partai tersebut, saat ini Jokowi telah mengantongi dukungan 52,21%.

Jika nantinya PKS dan Gerindra melanjutkan kemesraan dalam Pilpres 2019, dipastikan mereka mampu mengusung calon sendiri karena kekuatan kedua parpol ini mencapai 20% kursi DPR sesuai dengan batas minimal presidential threshold. Dengan demikian masih dimungkinkan adanya poros baru dengan menggabungkan kekuatan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Bagaimana sikap politik yang akan diputuskan PAN, partai berlambang matahari ini baru akan menentukannya dalam rapat kerja nasional (rakernas) pada April 2018 nanti.

“Rakernas akan diselenggarakan pada April dan salah satu agenda terpenting yang akan kita bahas adalah arah politik PAN pada Pilpres 2019. Jadi apa pun yang kita putuskan, itu nanti akan menentukan kami berlabuh di Pilpres 2019,” ujarnya.

Namun, Eddy memastikan, kader PAN dari seluruh pimpinan pusat dan wilayah secara aklamasi telah memberikan mandat kepada Sang Ketua Umum, Zulkifli Hasan. Tokoh yang kerap dipanggil Zulhasan ini diminta untuk maju dan atau menentukan arah politik PAN di pilpres 2019. HK

Tinggalkan Balasan