PAN Banyuwangi targetkan perolehan kursi di Pemilu 2019 naik 300 persen

Amanat – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional Kabupaten Banyuwangi menargetkan perolehan kursi legislatif di DPRD II naik 300 persen di Pemilu 2019.

“Kami targetkan di 2019 nanti bertambah 3 kursi dari yang sekarang. Insyaalloh nanti bisa dapat 4 kursi,” ungkap Ketua DPD PAN Banyuwangi, H. Sugiarto, SE, MSi, kepada amanat.news di kantor sekretariat DPD PAN Banyuwangi, Jalan Kepiting, Kota Banyuwangi.

Menurut Sugiarto, angka tersebut adalah target realistis yang bisa dicapai. Meski begitu, dirinya dan kader-kader terbaik PAN Banyuwangi akan berjuang keras agar bisa melebihi target.

Selain paling realistis, target 4 kursi tersebut dipatok agar PAN bisa membuat fraksi sendiri di DPRD. Sehingga lebih menguatkan PAN dalam memperjuangkan agenda-agenda politik partai dan aspirasi masyarakat.

Daerah pemilihan (dapil) yang ditargetkan bisa menyumbang kursi adalah dapil 1 (Kec. Kota Banyuwangi, Kec. Glagah, Kec. Giri, Kec. Kalipuro, Kec. Wongsorejo), dapil 3 (Kec. Srono, Kec. Muncar, Kec. Tegal Dlimo, Kec. Cluring, Kec. Bangorejo), dapil 4 (Kec. Purwoharjo, Kec. Silir Agung, Kec. Pesanggaran, Kec. Gambiran, Kec. Tegalsari), dan dapil 5 (Kec. Glenmore, Kec. Genteng, Kec. Sempu, Kec. Kalibaru).

“Saat ini, satu-satunya wakil rakyat yang dimiliki PAN berasal dari dapil 1. Saya prediksi dinamika dan isu politik menjelang pileg nanti akan menguntungkan PAN, sehingga perolehan suara meningkat,” kata Sugiarto.

Selain itu, strategi pencalegan yang dilakukan PAN juga akan membuat partai ini meningkat suaranya. Saat ini, PAN Banyuwangi sedang menjaring calon anggota legislatif (caleg) berkualitas yang potensial mendongkrak perolehan suara.

Salah satu strateginya adalah membebaskan semua caleg dari mahar politik. Bahkan bagi caleg yang nanti gagal terpilih menjadi anggota DPRD Banyuwangi bakal diberi kompensasi.

“Kami buka kesempatan bagi semua orang untuk menjadi caleg PAN. Tanpa mahar politik, agar mereka yang potensial, memiliki kecakapan dan tingkat keterpilihan tinggi, tetapi tidak memiliki biaya, bisa bergabung bersama kami,” papar Sugiarto.

Sugiarto menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi caleg PAN. Salah satunya memiliki komitmen kerakyatan dan peka terhadap kondisi sosial di masyarakat.

“Jadi, caleg PAN harus memiliki sense of crisis, termasuk memberikan solusinya,” kata Sugiarto. HK

Tinggalkan Balasan