Novel Baswedan: penyerangan terhadap saya bukan kelemahan tapi justru jadi penyemangat

AmanatHari ini, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pulang ke Indonesia setelah menjalani perawatan pascaoperasi mata kirinya di Singapura. Ia langsung menuju Gedung KPK dan menyampaikan pidato saat sampai di sana.

“Alhamdulillah saya bisa kembali.” kata Novel Baswedan saat diminta berpidato.

Ia meminta agar teror ke dirinya tidak membuat rekan-rekannya takut. Novel tak mau menganggap apa yang terjadi dengan dirinya sebagai kelemahan.

“Bagi saya penyerangan kepada diri saya tidak menjadi kelemahan. Tapi jadi penyemangat bagi saya,” kata Novel yang tampak masih mengenakan kaca mata.

Novel ingin menularkan semangat tersebut kepada rekan-rekannya sesama pegawai KPK dan aktivis antikorupsi. Dia meminta rekan-rekannya menjadi lebih berani dalam memberantas korupsi.

Kedatangan penyidik senior KPK tersebut disambut ratusan pegawai KPK yang kompak mengenakan baju putih. Terlihat pula, eks Ketua KPK Abraham Samad.

Kepulangan Novel Baswedan juga disambut hangat oleh masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat pemantau korupsi. Mulai dari spanduk, panggung, hingga karangan bunga juga telah dipasang menyambut kedatangan Novel.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan KPK menyambut Novel dengan gembira terlepas dari segala penyerangan yang terjadi kepada Novel. Febri juga berharap polisi segera mengungkap pelaku penyerangan air keras terhadap Novel.

“Kita sambut Novel dengan gembira, untuk menunjukkan pemberantasan korupsi tidak akan pernah mundur meski diserang,” kata Febri di lokasi yang sama.

Mata Novel rusak setelah disiram air keras oleh dua orang pengendara motor seusai salat Subuh di Masjid Al Ihsan dekat rumahnya, di kawasan Kepala Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017.

Hingga kini polisi masih ‘jalan di tempat’ dalam mengusut kasus tersebut. Meski polisi sudah mendapat sketsa wajah pelaku, namun belum juga berhasil menemukannya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo masih menunggu laporan penyelidikan Polri dalam kasus tersebut. Jokowi menegaskan akan mengejar perkembangannya ke Polri dan akan mengambil langkah tertentu jika Polri menyerah.

“Kami kejar terus Polri. Kalau Polri sudah begini (angkat tangan), baru kami mulai step yang lain,” ujar Jokowi di Istana Negara, Selasa (20/2).

Sementara, Kabareskrim Mabes Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya tidak akan berhenti menuntaskan kasus penyerangan terhadap sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tersebut. HK/bbs

“Ya terus lah. Kami terus melakukan penyelidikan. Bukan berarti belum tertangkap, terus diam,” kata Ari di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, Rabu (21/2). HK/bbs

 

Tinggalkan Balasan