Nobar ‘Hanum & Rangga’ PAN Jatim, H Masfuk: Film Ini Bisa Jadi Kompas Masa Depan Bagi Milenial

Amanat.news – Jumat (8/11) kemarin menjadi hari pertama pemutaran film ‘Hanum & Rangga’. Masyarakat Surabaya ternyata memberikan sambutan yang cukup antusias. Hal ini nampak pada semangatnya emak-mak dan milinial Surabaya menyambut ajakan PAN Jatim untuk nobar di salah satu plaza ternama di Surabaya.

DSC09491 - Nobar ‘Hanum & Rangga’ PAN Jatim, H Masfuk: Film Ini Bisa Jadi Kompas Masa Depan Bagi Milenial
Ketua DPW PAN Jatim, H Masfuk: Milenial bisa mendapatkan inspirasi sekaligus motivasi bagaimana memperjuangkan cinta

Meski hujan deras mengguyur Surabaya sejak sore, ratusan emak-emak dan milenial tetap datang dengan antusias sesuai waktu yang dijadwalkan.

“PAN Jatim memang ingin menularkan inspirasi yang ada di film ini kepada para milenial dan pasangan-pasangan muda. Karena esensi ceritanya berkisah tentang perjalanan mempertahankan cinta. Bagi pasangan yang baru menikah, hal ini adalah problema umum, namun nyatanya belakangan banyak yang tak bisa melewatinya dengan baik. Nah, semoga dengan nobar film ini bisa memperoleh inspirasi dan motivasi agar hubungan keluarga bisa makin harmonis dan member kebahagiaan bersama,” papar H Masfuk, Ketua DPW PAN Jawa Timur.

Berbeda dengan kisah romansa lain yang banyak menceritakan perjuangan cinta, Faith and the City justru bercerita tentang perjalanan mempertahankan cinta.

Film yang diadaptasi dari novel karya Hanum Salsabila Rais ini menekankan pada kisah tentang dilemma yang dialami wanita karir, antara mengejar impian atau menjaga keutuhan sebuah keluarga. Tentang mewakili suara hati seorang suami, bagaimana sebaiknya menjaga perasaan istri tanpa harus mengorbankan harga diri.

Faith and the City juga akan menyuguhkan pergulatan menjaga keimanan dan kesetiaan ditengah gemerlap dan ambisi kota New York yang menyilaukan. Kisah di mana impian dan kebanggaan berbenturan dengan iman dan cinta, melalui sesuatu yang dinamakan kesempatan.

H Masfuk menambahkan jika gagasan nonton bareng yang diselenggarakan PAN Jatim tersebut merupakan bagian dari ikhtiar PAN Jatim dalam mengapresisasi karya-karya hebat anak bangsa dan ikhtiar PAN untuk turut mendukung milenial dalam merancang masa depan ideal mereka.

“Saya kira milenial selalu berpikiran tentang masa depan, dan film ini bisa menjadi kompas bagi milenial untuk menatap masa depan mereka,” pungkas H Masfuk.//christantow

Tinggalkan Balasan