Moch Azis SH, Pendatang Baru Raih Suara Tertinggi

AmanatNews – Siapa sangkah Moch Azis SH yang berangkat dari Daerah Pemilihan Jawa Timur 14 yang meliputi Madura Raya bisa meraih suara terbanyak diantara anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Propinsi Jawa Timur periode 2019-2024. Sebagai pendatang baru Pria asli kelahiran Madura 9 Maret 1981 ini mampu membuktikan dirinya tidak hanya terpilih sebagai anggota Legislatif tetapi sekaligus mendapat suara tertinggi.

azis dan istri 228x300 - Moch Azis SH, Pendatang Baru Raih Suara Tertinggi
Moch Azis bersama Laylatuz Saadah istri tercinta

Bagi suami Laylatuz Saadah nomor urut saat pencalegan tidak membawa efek yang berarti, meskipun posisinya di nomor 7 dari 12 Caleg yang ada, tetapi berkat kerja keras selama 8 bulan dan jaringan keluarganya yang luar biasa terutama di Bangkalan, akhirnya membuahkan hasil dan mampu mengumpulkan suara sebanyak 132.457 dari total 349.641 suara PAN Dapil Madura Raya, sementara anggota FPAN lainya di bawah 100.000 suara.

Menurut Azis, sejak dirinya mencalonkan diri dan resmi terdaftar di KPU sekitar 8 bulan menjelang pemilihan hampir tiap hari turun ke masyarakat, bahkan hingga larut malam dan tidak jarang pulang sudah menjelang subuh. Ini  dilakukan karena Bapak 1 anak ini menyadari meskipun dirinya dari keluarga besar tokoh di Madura tetapi secara pribadi masih kurang dikenal. “Untuk itu perlu sosialisasi secara maksimal,” ujarnya merendah.

Upaya yang dilakukkan alumnus S-2 Universitas Gajah Mada ini membuahkan hasil, sehingga jerih payah yang dilakukan terbayar dengan sekarang secara resmi telah menjadi anggota DPRD Jawa Timur. Meskipun baru menjadi anggota Dewan, tetapi alumni S-1 Universitas Trisakti ini sudah banyak belajar, sehingga sekarang tinggal menjalankan amanah sebaik mungkin sesuai tupoksi  seorang anggota Legislatif.

azis bersama gubernur oke 300x235 - Moch Azis SH, Pendatang Baru Raih Suara Tertinggi
Moch Azis bersama Gubernur Jatim seusai pelantikan

Apalagi profesinya selama ini sebagai Advokat tentu banyak pengalaman untuk mengetahui secara detail di lapangan tentang berbagai masalah yang dihadapi masyarakat, belum lagi saat menjadi mahasiswa juga banyak berkecimpung di berbagai organisasai diantaranya Wamenlu Kapresma Trisakti 2005-2006, Kabid PTKD HMI 2005-2006, Kahumas Permah 2006-2007 dan kegiatan lainya.

Sehingga pengalaman dan jaringan inilah yang banyak membantu untuk bisa mendokrak suara ketika diterapkan di daerah pemilihan. Bahkan Azis mudah beradaptasi dengan segala lapisan masyarakat yang ada di Madura, mulai dari tingkat pejabat pemerintahan perangkat Desa hingga Bupati, di lingkungan pondok pesantren mulai Santri hingga para Kyai, bahkan di kalangan petani nelayan Azispun mampu masuk dan diterima dengan baik.

Apalagi Azis sejak SD hingga SMA waktunya dihabiskan untuk menuntut ilmu di Tarbiyatul Mu’allimien Al-Islamiyah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, sehingga kultur Madura yang religius sudah mendarah daging, ditambah dengan pendidikan tinggi yang dilakukan di Jakarta dan Jogjakarta menambah intelektualnya semakin matang. (KaT)

Tinggalkan Balasan